News

Kapolres Nunukan Hilang Jabatan Usai Tendang Dan Pukul Anak Buah

Kapolres Nunukan Hilang Jabatan Usai Tendang Dan Pukul Anak Buah

AKBP SA dinonatifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Nunukan setelah diduga memukul bawahannya. Kasus ini muncul usai video dugaan pemukulan tersebut viral. Dari rekaman video 43 detik itu, terlihat kejadian tersebut terjadi di Aula Polres Nunukan.

Awalnya terlihat seorang polisi berdiri di depan meja yang terdapat nasi tumpeng di atasnya. Kemudian ada wanita yang datang hendak menggeser meja tersebut. Polisi yang berdiri tersebut lalu bergeser ke samping meja. Diduga ia akan membantu perempuan tersebut untuk menggeser meja.

Polisi itu lalu terlihat memasukkan ponselnya ke dalam kantung celana. Namun tiba-tiba ia didatangi oleh seorang polisi lainnya yang menendang dan memukulnya. Polisi tersebut diduga adalah Kapolres Nunukan AKBP SA. Setelah kejadian tersebut, AKBP SA langsung diperisa Propam Polda Kalimantan Utara.

Lihat Juga: Bripda Arjuna Bagas, Polisi Yang Pacaran Pakai Mobil Dinas PJR Ternyata Adik Ipar Ahok

Peristiwa pemukulan tersebut pun dibenarkan oleh Kabid Propam Kalimantan Utara, Kombes Dearystone Supit. Ia menuturkan Polda Kalimantan Utara akan memberikan tindakan tegas pada setiap pelanggaran.

“Betul peristiwanya (di Polres Nunukan). Di Polka Kaltara (Kalimantan Utara) mala mini kami telah rapat, dan keputusannya Kapolres diperiksa,” ujar Dearystone, mengutip detikcom, Selasa (26/10/2021).

Kapolres Nunukan Dinonaktifkan

Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, hasilnya AKBP SA dinonaktifkan, Dearystone menuturkan penonaktifan tersebut dilakukan oleh Karo SDM Polri.

“Karo SDM menonaktifkan yang bersangkutan,” tuturnya.

Dearystone menuturkan pihaknya tetap melakukan pemeriksaan terhadap AKBP terkait dugaan pemukulan terhadap bawahannya. Langkah tersebut sesuai dengan perintah Kapolda Kalimantan Utara.

“Tindak berikutnya perintah Kapolda ke Kabidpropam diproses tuntas,” ungkapnya.

Emosi Karena Zoom Eror-Telepon Tak Diangkat

AKBP SA disebut melakukan pemukulan karena dipicu acara virtual Zoom yang dihadirinya mengalami eror. Menurut Dearystone, Kapolres Nunukan itu marah lantaran Zoom yang ia gunakan eror.

“Ada kegiatan Zomm dengan mabesm anggota yang bertugas di TI diperintahkan standby,” terang Dearystone, Selasa (26/10/2021).

Ia menyampaikan, AKBP SA sempat menghubungi anggotanya karena masalah Zoom eror tersebut. Namun, anggotanya diduga tak menjawab saat dihubungi AKBP SA.

Lihat Juga: Polisi Banting Pendemo Di Tangerang, Alasannya Cuma Refleks

“Ketika ada masalah (jaringan putus) anggota itu dicari tak ada, ditelpon tak diangkat,” jelasnya.

Dearystone menduga Kapolres Nunukan itu emosi karena masalah tersebut. AKBP SA diduga menghampiri bawahannya dan melakukan pemukulan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top