News

Kasus ACT, 4 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyelewengan Dana Donasi

4 Tersangka Dalam Kasus ACT

Empat orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penyelewengan uang donasi dan CSR korban jatuhnya pesawat Lion Air yang dikelola oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT). Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ACT itu adalah A pendiri sekaligus mantan Ketua Yayasan ACT dan IK yang merupakan Ketua Yayasan ACT.

Kemudian HH selaku Dewan Pengawas ACT dan NIA sebagai anggota Pembina periode kepemimpinan A juga dijadikan sebagai tersangka.

“Empat orang yang disebutkan tadi pada pukul 15.50 WIB, telah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf dalam konferensi pers, Senin (25/7/2022).

Lihat Juga: Petinggi ACT Buka Suara Soal Dugaan Penyelewengan Dana Donasi

Kata polisi, para tersangka tersebut dikenakan pasal berlapis, di antaranya KUHP, UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU Yayasan dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kasus ACT, Polisi Dalami Dugaan Penyelewengan dana CSR Korban Lion Air JT-610

Sebelumnya dilaporkan, Polri kini tengah mengusut dugaan penyelewengan uang CSR korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang dilakukan oleh ACT. Gelar perkara juga sudah dilakukan setelah penyidik menyelesaikan pemeriksaan terhadap 18 orang saksi sejak dimulainya penyelidikan.

Saat itu Boeing menunjuk ACT menjadi pengelola dana sosial. Boeing memberi dua santunan, yaitu uang tunai kepada ahli waris masing-masing senilai US$144.500 (Rp2,96 miliar) dan bantuan non tunai yang berupa CSR.

Mantan Presiden ACT Ahyudin menuturkan dana CSR tersebut dugunakan untuk pembangunan fasilitas umum. Menurut dia, dana masih digunakan hingga Januari 2022. Kemudian, ia tak mengetahuinya lagi karena sudah tak bekerja di ACT.

Dalam kasus ACT ini, Bareskrim Polri menyatakan yayasan itu memakai dana donasi dari Boeing yang tak sesuai dengan peruntukan sebesar Rp34 miliar. Dari jumlah dana tersebut, sebanyak Rp10 miliar ditujukan untuk koperasi Syariah 212.

Lihat Juga: Jadi Mensos, Muhadjir Effendy Langsung Cabut Izin ACT

Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf mengatakan program yang telah dibuat ACT dari CSR Boeing tersebut sekitar Rp103 miliar.

“Dan sisanya Rp34 miliar digunakan tidak sesuai peruntukannya,” ujar Helfi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (25/7/2022).

Dalam kasus ACT ini, dana CSR boeing yang diselewengkan tersebut, ungkap Helfi, paling banyak digunakan untuk pengadaan truk.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top