News

Kasus HIV Tinggi, Pemkot Bekasi Bagikan 16.560 Kondom Gratis

Kasus HIV

Dampak tingginya kasus HIV menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Tercatat, periode Januari – Agustus 2022, kasus HIV mencapai 553 kasus. Untuk mencegah penularan HIV, Pemkot Bekasi membagikan 16.560 kondom.

Kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot Bekasi). Dampak tingginya kasus HIV menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Tercatat, periode Januari – Agustus 2022, kasus HIV mencapai 553 kasus. Untuk mencegah penularan HIV, Pemkot Bekasi membagikan 16.560 kondom.

Adapun rincian Kasus HIV yaitu 65 kasus pada Januari, 69 kasus di Bulan Februari. Kemudian Maret 67 kasus, April 62 kasus, Mei 45 kasus, Juni 71 kasus, Juli 55 kasus, dan Agustus dengan 120 kasus. Penderita HIV di Kota Bekasi di Kota Bekasi didominasi oleh mereka yang berusia 25-49 tahun dengan 375 jiwa.

Kemudian disusul rentang umur 20-24 tahun dengan 113 orang, usia di atas 50 tahun dengan 44 kasus, 15-19 tahun dengan 14 kasus. Serta empat kasus usia di bawah empat tahun. Untuk mencegah penularan HIV yang semakin marak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat pun melakukan aksi bagi-bagi 16.560 kondom untuk awareness terkait pencegahan kasus HIV.

“Penggunaan alat kontrasepsi mampu mengurangi risiko penularan virus HIV hingga 95 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati.

Kondom nantinya diberikan kepada fasilitas kesehatan yang memiliki perawatan dan pengobatan HIV, di antaranya adalah RSUD Cashbullah Abdul Madjid, RS Elisabeth, dan RS Ananda Bekasi.

Selain itu, kondom juga dibagikan ke Puskesmas Perumnas II, Puskesmas Mustika Jaya, Puskesmas Karang Kitri, Puskesmas Pengasinan, serta Puskesmas Kali Abang Tengah.

Pasangan diskordan adalah pasangan yang salah satunya terjangkit HIV. Saat dalam kondisi baik, mereka bisa melakukan hubungan seksual di masa subur

Tanti menyebut penularan HIV tetap bisa terjadi meski menggunakan kondom. Penyebabnya tak lain kesalahan ketika menggunakan kondom, kebocoran pada kondom, serta penyimpanan kondom yang tidak tepat, seperti terkena sinar matahari secara langsung.

“Perlu diperhatikan pula terkait masa kadaluarsa kondom karena biasanya menjadi penyebab kebocoran,” ucapnya.

Dinas kesehatan Kota Bekasi melakukan serangkaian upaya untuk mencegah penularan kasus HIV. Selain membagikan kondom, Pemkot Bekasi juga melaksanakan agenda workshop serta skrining kelompok berisiko.

“Kami juga melakukan skrining dan edukasi terkait kasus HIV setiap Ahad, saat pelaksanaan Car Free Day. Edukasi ini melibatkan aktivis ataupun pegiat HIV,” ujar Tanti.

kasus HIV

Selain Kontak Seksual, Cermati Ragam Penularan HIV

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan tahap paling lanjut dari infeksi HIV. Jika seseorang mengidap HIV dan tidak sedang menjalani pengobatan HIV, virus tersebut akan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan orang tersebut akan berkembang menjadi AIDS.

5 Cairan Tubuh yang Membahayakan

Seseorang hanya dapat tertular HIV dengan melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh tertentu dari pengidap HIV yang memiliki viral load (jumlah HIV dalam darah seseorang yang mengidap HIV) terdeteksi. Cairan tersebut adalah:

  • Darah
  • Air mani (cum) dan cairan pra-mani (pre-cum)
  • Cairan rektal
  • Cairan vagina
  • ASI

Penyebaran HIV dari Orang ke Orang

Untuk kasus HIV di Amerika Serikat, cara yang paling umum dalam penyebaran HIV adalah:

  • Melakukan hubungan seks vaginal atau anal dengan penderita HIV tanpa menggunakan pengaman. Untuk penularan HIV, seks anal lebih berisiko daripada seks vaginal
  • Berbagi alat suntik narkoba, seperti jarum suntik, atau alat suntik narkoba lainnya. Orang yang menyuntikkan hormon, silikon, atau steroid juga dapat tertular atau menularkan HIV. Pun dengan jarum tato bisa menularkan HIV karena kemungkinan mengandung darah

Kasus HIV Juga Bisa Menular dengan Cara:

  • Orang yang HIV-positif menularkan HIV ke bayinya selama kehamilan, kelahiran, atau menyusui
  • Walau rendah, terkena HIV melalui luka tusuk jarum atau benda tajam bisa berisiko terutama bagi petugas kesehatan

Sedangkan penularan HIV sangat jarang terjadi melalui:

  • Melakukan seks oral. Kemungkinan terjadi, bila seorang pria HIV-positif berejakulasi di mulut pasangannya selama seks oral. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan HIV melalui seks oral adalah sariawan, gusi berdarah, luka genital, dan adanya penyakit menular seksual (PMS) lainnya, yang mungkin terlihat atau tidak terlihat
  • Menerima transfusi darah, produk darah, atau transplantasi organ/jaringan yang terkontaminasi HIV. Karena untuk melakukan itu, perlu melalui pengujian yang ketat
  • Digigit oleh orang dengan HIV. Penularan bisa terjadi bila ada kontak antara kulit yang rusak, luka, atau selaput lendir dan darah atau cairan tubuh dari pengidap HIV. Tidak ada risiko penularan jika kulit tidak rusak
  • Ciuman dalam dan terbuka. Jika kedua pasangan mengalami luka atau gusi berdarah dan darah dari pasangan HIV-positif masuk ke aliran darah pasangan HIV-negatif. Kasus HIV tidak menyebar melalui air liur
  • Makan makanan yang telah dikunyah sebelumnya oleh penderita HIV. Satu-satunya kasus yang diketahui adalah di antara bayi. Penularan HIV dapat terjadi ketika darah dari mulut pengasuh HIV-positif bercampur dengan makanan saat mengunyah dan bayi memakannya.

Baca juga: Trending di Twitter, Reza Arap Diduga Selingkuhi Wendy Walters

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top