News

Kasus Parodi Lagu Indonesia Raya, Dua WNI Jadi Tersangka

Kasus Parodi Lagu Indonesia Raya, Dua WNI Jadi Tersangka

Parodi lagu Indonesia Raya yang sempat viral beberapa waktu lalu akhirnya menyeret dua orang warga negara Indonesia sebagai tersangka. Keduanya berinisal NJ yang kini tengah berada di Malaysia dan MDF. NJ ditangkap oleh Polisi Di Raja Malaysia saat berada di Sabah, Malaysia. Sedangkan MDF fitangkap oleh Bareskrim Polri di Cianjur, Jawa Barat, Kamis, (31/12/2020).

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menerangkan, kedua orang tersangka tersebut adalah teman di dunia maya.

“Intinya bahwa antara NJ yang di Sabah, kemudian MDF yang ada di Cianjur ini berteman dalam dunia maya, dia sering berkomunikasi,” ujar Argo dalam konferensi pers, Jumat (1/1/2021).

Lihat Juga: Kabar Terbaru Dari Parodi Lagu Indonesia Raya Setelah Diduga Pelaku WNI

Dari lokasi penangkapan MDF, penyidik membawa beberapa barang bukti berupa ponsel, PC rakitan, kartu keluarga, dan akta kelahiran. Dari pemeriksaan sementara, diketahui bahwa orangtua pelaku telah memberikan ponsel kepada MDF sejak ia berusia 8 tahun. Ketika beranjak dewasa, ia akhirnya menguasai cara-cara pelanggaran siber supaya tidak diketahui oleh polisi.

“Dia belajar bagaimana dia kalau ada pelanggaran pidana tidak terdeteksi, tapi ternyata terdeteksi juga,” terang Argo.

Akibat perbuatannya terkait parodi lagu Indonesia Raya, MDF dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, ia juga disangkakan Pasal 64 A juncto Pasal 70 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Sebelumnya, parodi lagu Indonesia Raya sempat menghebohkan masyarakat Indonesia dan juga Malaysia.

Polisi Malaysia pun bergerak cepat dalam menyelidiki kasus tersebut. Yang akhirnya polisi Malaysia berhasil menemukan fakta bahwa pelaku tersebut bukanlah orang Malaysia, melainkan warga negara Indonesia. Polisi Malaysia sebelumnya telah mengamankan seorang pekerja Indonesia berusia 40-an yang diduga menjadi salah satu pelaku.

“Tersangka ditahan di Sabah pada Senin (28/12/2020) dan PDRM menemukan petunjuk baru dalam kasus ini,” kata Abdul Hamid dikutip dari media Malaysia, Bernama.

Video parodi lagu Indonesia Raya yang diunggah di kanal YouTube tersebut tidak saja mengubah lirik bernada penghinaan. Namun juga mengganti lambang negara Garuda menjadi ayam jago berlambang Pancasila. Sejauh ini ada dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top