News

Kasus Senpi Ilegal, Kivlan Zein Divonis 4 Bulan 15 Hari Penjara

Kasus Senpi Ilegal, Kivlan Zein Divonis 4 Bulan 15 Hari Penjara

Hari ini, Jumat (24/9/2021), PN Jakpus (Pengadilan Jakarta Pusat) menggelar sidang vonis terhadap Kivlan Zein atas perkara kepemilikan senpi (senjata api) ilegal dan peluru tajam. Pada sidang tersebut, Kivlan divonis hukuman penjara 4 bulan dan 15 hari. Majelis hakim menyatakan Kivlan bersalah atas kepemilikan senjata api dan peluru tajam ilegal karena tidak mengantongi surat-surat resmi kepemilikan senjata.

“Mengadili, menyatakan Terdakwa Kivlan Zen terbukti sah bersalah melakukan tindak pidana ikut serta secara tanpak hak menerima, menguasai dan menyimpan amunisi sebagaimana didakwaan ke-1,” ujar hakim ketua, Agung Suhendro di PN Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (24/9/2021).

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama empat bulan dan lima belas hari. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan terdakwa dikurangi dari pidana yang ditetapkan,” sambut hakim.

Hakim juga mengesampingkan pernyataan Kivlan yang mengatakan tak pernah meminta Helmy Kurniawan atau Iwan untuk membelikannya senjata. Hakim menyebut Kivlan Zein malah meminta anak buahnya untuk membelikan dirinya senjata api ilegal.

Kivlan disebut mendapatkan senjata dan peluru ilegal tersebut pada Mei 2018-Juni 2019 melalui Helmi Kurniawan alias Iwan, Azwarmi. Tajudin alias Udin dan Irfansyah alias Irfan. Hakim menuturkan Kivlan membeli senjata api tersebut sebesar Rp 145 juta.

Lihat Juga: Kapolri : Kivlan Zein Bukan Dalang Kerusuhan 22 Mei

Kivlan Zein sendiri divonis lebih ringan dari tuntutan jaksa 7 bulan bui. Hal meringankan bagi Kivlan yang dibacakan Hakim, salah satunya adalah Kivlan dianggap berjasa bagi negara dan memiliki sejumlah penghargaan saat aktif sebagai anggota TNI.

Seperti diketahui, semasa berdinas di TNI AD, Kivlan pernah bergabung dalam tugas operasi di Timor Timur dan Papua. Atas tugasnya itu ia berhasil mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat. Ia juga berjasa dalam tugas menjaga perdamaian semasa pemberontakan Nur Misuari MNLF dengan pemerintah Filipina pada 1995 hingga 1996. Kivlan Zein juga pernah terlibat dalam tugas rahasia pembebasan warga negara Indonesia yang disandera di Filipina pada 2016.

Namun, usai divonis bersalah Kivlan menyatakan keberatan atas vonis tersebut dan akan mengajukan banding. Ia merasa tidak terima dengan putusan Majelis Hakim yang menyatakan dirinya bersalah dalam kasus kemepilikan senjata api dan amunisi ilegal ini.

“Saya bakal banding. Jadi, tak masukkan saya punyai pleidoi dan bukti saya tak bersalah. Saya tak bersalah, 100% saya tak bersalah atas keputusan ini, tetapi saya banding,” ujar Kivlan Zein.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top