News

Kasus Victor Pecah Belah Persatuan Bangsa Akhirnya Digarap

Kasus Victor Pecah Belah Persatuan Bangsa Akhirnya Digarap

Masih ingat dengan nama Victor Bungtilu Laiskodat? Awal Agustus lalu, Victor yang menjabat ketua Fraksi Partai Nasdem DPR dilaporkan ke polisi atas tuduhan ujaran kebencian, provokasi, fitnah dan memberikan berita bohong.

Setelah lebih dari satu bulan, informasi tindak-lanjut kasus Victor baru terdengar sekarang.

“Setelah sekian lama, akhirnya polisi menindaklanjuti laporan saya terhadap terlapor Victor Laiskodat,” kata seoarang pelapor Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule, Senin (11/9).

Iwan Sumule akan dimintai keterangan sebagai pelapor di Bareskrim Polri, depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, hari ini pukul 10.00 WIB.

“Mohon doa dan dukungan teman-teman semua. Saya akan didampingi oleh Tim Advokasi Pancasila (TAP),” ungkapnya sambil berterima kasih kepada polisi yang sudah menindaklanjuti laporannya.

Wakil Sekjen bidang Hukum dan HAM DPP PAN Surya Imam Wahyudi memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri terkait kasus Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat.

Imam Wahyudi didampingi Ketua DPW BM PAN Papua Barat Thomas Warijo memasuki ruang penyidika sejak pukul 14.30 WIB hingga saat ini, Rabu (13/9).

Politisi muda PAN itu adalah salah satu pelapor kasus Victor terkait tuduhan ujaran kebencian, provokasi, fitnah dan memberikan berita bohong.

Imam Wahyudi menegaskan, isi rekaman pidato Victor yang dipermasalahkan baik yang versi lengkap maupun hasil editan, sama-sama mengandung ujaran kebencian antar kelompok anak bangsa yang bisa mengarah pada provokasi SARA dan konflik horizontal di masyarakat.

“Pidato Victor berujung pada pecahnya persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah terbangun kondusif secara khusus di NTT dan nasional pada umumnya,” kata dia kepada wartawan.

Jelas Imam Wahyudi, apa yang disampaikan oleh Vicktor juga dinilai mengandung penodaan terhadap ajaran agama khususnya agama Islam.

“Victor dinilai telah lancang menafsirkan agama Islam khususnya sesuai dengan pemahaman dia yang salah dan keliru, sehingga hal itu bisa berujung pada penodaan agama,” ungkapnya.

Imam Wahyudi menyayangkan pidato dari anak buah Surya Paloh itu yang mengandung fitnah keji dan tendensius tanpa fakta dan dasar hukum yang valid telah menuduh PAN dan parpol lain, sebagai pendukung kaum ekstrimis dan intoleran yang bermaksud menjadikan negara khilafah, sehingga layak untuk “dihabisi” dan kemudian disamakan seperti PKI tahun 1965 yang layak untuk dibunuh.

Dengan demikian, lanjut dia, pidato Victor tersebut tidak mendidik rakyat untuk bagaimana membangun politik yang demokratis, cerdas, beradab dan berkualitas.

“Apalagi sampai mengaitkan dengan perbedaan pandangan politik tentang Perppu Ormas dimaknai Victor sebagai anti Pancasila dan anti keragaman tentu merupakan hal yg sangat konyol,” pungkas Imam Wahyudi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top