News

Kata Edy Mulyadi Soal Bentrok FPI Dan Polisi, Tak Ada Baku Tembak

Kata Edy Mulyadi Soal Bentrok FPI Dan Polisi, Tak Ada Baku Tembak

Seorang wartawan bernama Edy Mulyadi mengatakan tidak ada baku tembak saat insiden bentrok yang menewaskan enam orang laskar FPI oleh polisi pada Senin (7/12) dini hari lalu. Hal tersebut diungkapkannya saat meliput di rest area tol Jakarta-Cikampek KM 50 yang diunggahnya di channel YouTube ‘Bang Edy Channel’ pada (9/12).

“Jadi kalau polisi mengatakan ada baku tembak, tembak menembak, sekali lagi, si saksi mata tadi yang tidak ingin ditampilkan nama dan wajahnya, tidak ada tembak-tembakan,” terang Edy seperti dikutip CNNIndonesia.com, Senin (14/12).

Karena videonya tersebut, Edy Mulyadi dipanggil polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam insiden tersebut. Dalam surat panggilan polisi, tertulis pekerjaan Edy sebagai wartawan, ia diketahui tidak datang pada pemanggilan tersebut dengan alasan menghadiri agenda lain.

Dalam video liputannya, Edy mengatakan sudah mewancarai dua orang saksi mata di lokasi kejadian. Ia menjelaskan, kedua sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan tidak ada baku tembak. Lebih lanjut, saksi tersebut katanya mendengar dua bunyi tembakan yang kemudian diketahui menawaskan dua anggota laskar FPI yang sedang mengawal Rizieq Shihab.

Lihat Juga: CCTV di Lokasi Penembakan Laskar FPI Ternyata Aktif dan Komnas HAM Sudah Tonton, Ini Hasilnya!

“Dia mengatakan bahwa yang menembak adalah polisi,” katanya.

Menurut keterangan saksi itu, Edy Mulyadi menjelaskan insiden bermula ketika polisi memepet satu mobil yang ditumpangi oleh enam anggota laskar. Sebelum mobil laskar tersebut diberhentikan, dia menambahkan, ada banyak polisi yang berjaga disekitar rest area itu sejak pukul 18.00 WIB.

Kata Edy ada sekitar 10 mobil polisi, yang tiga diantaranya merupakan mobil resmi patroli yang berjaga. Bahkan kata Edy, saksi tersebut melihat peristiwa penembakan tersebut dalam jarak delapan meter.

“Nah itu kejadiannya, kalau kata dia, begitu dia tunjuk jarak, saya perkirakan dari posisi dia duduk dengan kejadian sekitar delapan meter,” terangnya.

Menurutnya, saksi tersebut menyaksikan dua anggota laskar tewas di tempat setelah ditembak. Usai dua suara tembakan tersebut, katanya, polisi melarang warga untuk mendekat ke lokasi.

Selang 30 menit kemudian, Edy menerangkan, saksi mendengar suara mobil ambulans datang ke lokasi. Ambulans tersebut membawa dua jenazah yang tewas sebelumnya, sedangkan empat laskar sisanya diangkut ke mobil polisi.

Lihat Juga: Rekonstruksi Penembakan Laskar FPI, Terungkap Sudah!

“Empat orang lagi masih hidup. Satu terpincang-pincang kakinya. Itu dipindahkan dengan mobil lain,” katanya.

Dalam videonya tersebut, Edy Mulyadi menyatakan bahwa keterangan pihak polisi terkait peristiwa tersebut tidak akurat. Karena, beberapa warga yang dimintai keterangan sebagai saksi berbeda dengan kronologi yang disampaikan polisi.

Nama Edy sendiri sempat hangat ketika menjadi koordinator lapangan aksi unjuk rasa akhir Juni lalu. Demonstrasi berkaitan dengan penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila. Aksi demonstrasi tersebut akhirnya berbuntut panjang setelah beberapa massa diketahui membakar bendera PDIP.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top