News

Kecam Penahanan Warga Desa Wadas: Polda Yogyakarta Digeruduk Massa hingga Penerapan Wajib Swab Masuk Desa

Kecam Penahanan Warga Desa Wadas: Polda Yogyakarta Digeruduk Massa hingga Penerapan Wajib Swab Masuk Desa

Warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, menolak kehadiran penambangan batu andesit untuk proyek Bendungan Bener sejak 2016. Penolakan itu kerap mendapat intimidasi dari kepolisian.

Pada Selasa (8/2/2022) kemarin, ribuan personel Polisi bersenjata lengkap diterjunkan untuk mengepung Desa Wadas. Mereka menurunkan banner berisi penolakan Bendungan Bener serta melakukan pengejaran terhadap beberapa warga hingga ke hutan.

Warga setempat menyampaikan sekitar 64orang ditangkap petugas kepolisian. Beberapa di antaranya adalah anak-anak dan lansia.

Massa Geruduk Polda Yogyakarta Tuntut Warga Desa Wadas Dibebaskan

Puluhan orang dari berbagai elemen masyarakat melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk bagian dari gerakan solidaritas Wadas di depan Polda Yogyakarta, Rabu (8/2/2022) siang WIB.

Lihat Juga: Desa Wadas Dikepung Polisi, Warga Teriak ‘Alerta’

Massa meminta agar warga Wadas yang ditangkap terkait konflik penambangan abut andesit di desa tersebut dibebaskan. Massa terlihat mulai berkumpul di depan Mapolda Yogyakarta, Depok, Sleman pada pukul 12.00 WIB.

Selain membebaskan warga, massa juga menuntut agar personel kepolisian secepatnya meninggalkan Desa Wadas.

LBH Yogyakarta Sebut 3 Warga Telah Naik Status Jadi Penyidikan

Divisi Penelitian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta Era Harivah mengatakan Polisi telah menaikkan status tiga orang yang ditangkap berkaitan soal konflik tambang di Desa Wadas menjadi penyidikan.

Era menuturkan hingga saat ini total lebih dari 60 orang ditahan di Mapolres Purworejo sejak Desa Wadas dikepung oleh aparat kepolisan, Selasa (8/2/2022) kemarin.

“Bahkan hari ini ada tiga orang yang itu statusnya naik ke dalam tahap penyidikan meskipun tahapnya masih sebagai saksi,” ungkap dia.

Lihat Juga: Sejarah PT. Freeport Masuk Ke Indonesia

Era mengatakan ketiga orang itu adalah warga Wadas. Mereka diamankan oleh pihak kepolisian sejak, Selasa (8/2/2022) kemarin.

Era menyebut, rekannya sesama aktivis dan kelompok solidaritas peduli Warga Wadas ada yang ikut ditahan polisi. Namun ia belum dapat memastikan jumlahnya.

Polisi Terapkan Swab Masuk Desa

LBH Yogyakarta mengaku kesulitan masuk wilayah desa tersebut. Niat mereka untuk memberikan pendampingan terhadap warga terganjal oleh aturan swab yang diterapkan petugas.

“Sampai saat ini saya belum bisa masuk. Enggak bisa ngeliat kondisi mereka karena saya diwajibkan untuk melakukan swab,” kata anggota tim kuasa hukum LBH Yogyakarta Julian Duwi melalui siaran pers, Rabu (9/2/2022).

Selain tim hukum, ia juga mengatakan satu unit kendaraan bantuan logistik bagi warga Wadas masih tertahan di luar desa. Bantuan tersebut rencananya diberikan kepada warga yang dibebaskan oleh Polisi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top