News

Kelakar M Taufik Soal ‘Studi Banding ke Lebak’ Berujung Ancaman Lapor Polisi

Kelakar M Taufik Soal ‘Studi Banding ke Lebak’ Berujung Ancaman Lapor Polisi

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik hendak dilaporkan ke polisi lantaran berkelakar soal ‘studi banding ke Lebak’. Adalah Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) yang hendak melaporkan politikus Gerindra itu ke polisi.

Menanggapi adanya ancaman lapor polisi itu, Taufik mengaku tidak keberatan. Dia siap menjelaskan maksud dari ucapannya itu.

“Nggak apa-apa, itu hak melaporkan. Nanti tinggal kita jelaskan,” kata Taufik, Rabu (12/1/2022).

Taufik menegaskan dirinya tidak bermaksud menghina Kabupaten Lebak. Terlebih, Kabupaten Lebak merupakan kampungnya sendiri.

“Nggak ada (maksud menghina). Orang kampung saya, gimana mau dihina?” tegasnya.

Taufik kemudian menjelaskan mengapa studi banding harus ke luar negeri. Dia pun menerangkan perbedaan studi banding dengan kunjungan kerja.

“Kan kalau studi banding levelnya mesti setara ibu kota dong. Kalau ke daerah kita namanya kunjungan kerja. Beda tuh kunjungan kerja dengan studi banding. Misal, saya ke daerah, ke Bandung, Surabaya, ke Lebak, itu kunker namanya, bukan studi banding,” jelas Wakil Ketua DPRD DKI itu.

Apdesi Permasalahkan Kelakar ‘Studi Banding ke Lebak’

Diketahui, Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Lebak, Banten mempersoalkan celoteh M Taufik soal ‘studi banding ke Lebak’. Apdesi menilai ucapan itu menohok bagi warga Lebak.

“Pernyataan ngapain ‘studi banding ke Lebak, mau dapat apa?’ artinya lain (bukan) persoalan itunya. Tapi, ada pernyataan menohok, ngahina bahasanya. Padahal dia orang Lebak,” kata Sekretaris Apdesi Lebak Usep Pahlaludin, Rabu (12/1/2022).

Usep mengatakan Apdesi turut serta membangun Kabupaten Lebak. Oleh karenanya, Apdesi berencana melaporkan Wakil Ketua DPRD DKI itu ke polisi karena ucapannya dinilai menyinggung warga Lebak.

“Melakukan langkah hukum, pelaporan menuntut M Taufik atas pernyataannya itu. Karena ada unsur penghinaan ke Kabupaten Lebak. Kami akan melaporkan ke polisi dan dewan kehormatan,” tegas dia.

Kelakar ‘Studi Banding ke Lebak’ dari M Taufik

Belum lama ini, Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik menjelaskan anggaran kunjungan kerja anggota DPRD DKI ke luar negeri yang mengalami kenaikan menjadi Rp 45 miliar. Taufik mengatakan kunjungan kerja ke luar negeri memberikan dampak baik bagi Jakarta.

“DLN (dinar luar negeri) itu setahun sekali, namanya studi banding. Contoh manfaatnya ketika ke Jerman, keluarlah ITF (Intermediate Treatment Facility). Sekarang studi banding mau ke mana? Mau ke Banten, ke Lebak? Masa ke Lebak, ke kampung emak gue? Jakarta itu studi bandingnya harus ke sister city, kan mau mensejajarkan ketika kita ke Berlin ketemu ITF” kata Taufik, Jumat (6/1/2022) lalu.

Beberapa hari berikutnya, M Taufik kembali menegaskan pentingnya anggota dewan studi banding ke luar negeri. Dia menegaskan studi banding anggota dewan di Jakarta tidak semestinya dilakukan ke Lebak.

“Studi banding itu perlu, masa ke kampung saya. Coba masa mau studi banding ke Lebak, nggak mungkin,” tegas Taufik, Senin (10/1/2022) lalu.

Politikus Gerindra itu menuturkan ada banyak hal yang bisa diambil dari negara-negara maju untuk diterapkan di Jakarta. Menurut dia, banyak hal itu tidak bisa ditemukan di Kabupaten Lebak sehingga tidak mungkin anggota dewan studi banding ke sana.

“Banyak hal yang sebetulnya bisa kita ambil dari negara-negara maju. Kalau kita mau studi banding ke Lebak, saya setuju-setuju saja. Cuma, nanti jangan marah kalau nggak ketemu apa yang mesti diterapkan,” imbuh Wakil Ketua DPRD DKI itu.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top