News

Kelakukan 7 Pegawai KPI, Rundung Dan Lecehkan Rekan Kerjanya

7 Pegawai KPI Rundung Dan Lecehkan Rekan Kerjanya

Cerita soal kelakukan 7 pegawai KPI yang merundung dan melecehkan rekan kerjanya memantik emosi. Perundungan tersebut bahkan sudah dilakukan sejak 2012. Kelakuan miris 7 pegawai Komisi Penyiaran Indonesia itu diungkap sendiri oleh korban. Sang korban yang sudah tidak tahan lagi dengan pelecehan seksual dan perundungan di kantornya memberanikan diri untuk mengungkap tragedi yang dialaminya.

 Selama sembilan tahun, korban mengaku mengalami pelecehan seksual dan dirundung oleh tujuh pria yang merupakan rekan sekantornya. Parahya ia juga pernah dikeroyok, ditelanjangi, dilecehkan hingga difoto ketika dirundung. Atas perlakuan tersebut korban mengaku trauma.

“Peristiwa tersebut membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat begitu terjadi di KPI Pusat?” tulisnya di keterangan tertulis, Kamis (1/9/2021).

Pelecehan tersebut juga membuat korban sakit dan stress berkepanjangan serta mengubah ola mentalnya.

“Terkadang di tengah malam, saya teriak sendiri seperti orang gila. Penelanjangan dan pelecehan tersebut sangat membekas, saya tidak sama lagi setelah peristiwa tersebut. Rasanya saya tak ada harganya lagi sebagai manusia, pria, suami kepala rumah tangga. Mereka sukses meruntuhkan kepercayaan diri saya sebagai manusia,” ujar korban.

Lihat Juga: Miris, Dugaan Pelecehan Seksual Dan Perundungan Di Kantor KPI

Ia juga telah mengadukan peristiwa perundungan dan pelecehan tersebut ke Komnas HAM. Kata korban, Komnas HAM telah mengkategorikan pelecehan dan perundungan yang ia alami sebagai bentuk pidana serta menyarankannya untuk melapor ke kepolisian.

Korban pun melaporkannya ke polisi, namun respons yang didapat tak memuaskan. Ia juga telah melapor kepada atasannya, namun korban justru dipindah ke divisi lain yang berbeda dari pelaku.

“Saya tak kuat bekerja di KPI Pusat apabila keadaannya seperti ini. Saya berpiki untuk resign, tetapi saat ini sedang pandemic COVID-19 di mana mencari uang merupakan sesuatu yang sulit. Dan lagi pula, mengapa saya yang harus keluar dari KPI Pusat? Bukannya saya korban? Bukannya seharunya para pelaku yang disanksi ataupun dipecat sebagai tanggung jawan atas tindakannya? Saya BENAR, mengapa saya tidak boleh mengatakannya ke publik,” tulis korban.

Bareskrim Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dan Perundungan Di KPI

Bareskrim pun akhirnya turun tangan, Dittipidum Bareskrim Polri membentuk tim untuk menyelidiki kasus yang membuat geger ini.

“Saya baru mendapat informasi pagi tadi. Dittipidum akan menurunkan tim untuk menyelidiki,” kata Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Tian Djajadi, kepada awak media, Kamis (2/9/2021).

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto juga meminta korban pelecehan seksual dan perundungan di KPI untuk melapor ke kepolisian. Agus mengatakan suatu kejadian sulit ditangani jika taka da laporan.

“Jika tidak ada laporan dari korbannya kan sulit kita mengetahui sebuah kejadian tersebut terjadi,” ujar Agus.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top