News

Kematian Meningkat, Anies Sebut Jakarta dalam Tanda Bahaya

Kematian Meningkat, Anies Sebut Jakarta dalam Tanda Bahaya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Jakarta dalam tanda bahaya karena kasus kematian akibat Covid-19 terus melonjak. Anies meminta warga tetap berada di rumah selama PPKM darurat.

“Saya harap kita semua menyadari ini masa sulit yang sedang kita hadapi. Dua minggu, bisa empat minggu ke depan ada satu hal penting, kita ingin cepat selesai atau lama selesai?” kata Anies, Minggu (4/7/2021).

Anies mengatakan masa sulit ini bisa saja terus berlanjut hingga delapan minggu jika imbauan dan kebijakan pemerintah tidak diindahkan. Jika masa sulit ini lekas rampung, tegas dia, maka warga harus tetap berada di rumah.

“Kalau ingin cepat selesai, semua bertahan di rumah. Kalau mau lama selesainya, kita semua bergerak keluar, pasti akan lama selesainya. Ini bisa dua minggu, bisa empat minggu, bisa enam minggu, bisa delapan minggu, sangat tergantung pada kita. Di negara lain, ada yang sampai siklusnya sembilan minggu baru kembali ke situasi normal,” terang dia.

Jakarta dalam Tanda Bahaya!

Anies kemudian menyoroti angka kematian akibat Covid-19 yang terus menunjukkan tren naik. Pada hari Sabtu kemarin, dia memaparkan angka kematian di Jakarta mencapai 392 orang.

“Hari kemarin (Sabtu), angka pelayanan pemakanan protokol Covid mencapai rekornya, 392 pemakaman dilakukan. (Kematian dalam) satu minggu terakhir di atas 250, 304, 301, 362, 392 orang. Ini adalah orang-orang yang dua minggu sebelumnya masih sehat,” ungkap Anies.

Mantan Mendikbud itu menyebut Jakarta dalam tanda bahaya. Hal ini dikarenakan angka kematian di sana terus meningkat tajam.

“Menambah liang kubur, menambah jumlah orang yang dimakamkan ini adalah sebuah tanda bahaya bagi semuanya. Bahwa, jumlah kematian di Jakarta sudah meningkat amat tinggi. Kita tidak ingin menguburkan lebih banyak lagi saudara-saudara kita. Kita ingin yang di rumah sakit bisa pulang ke rumah, yang sekarang tidak terpapar, jangan sampai terpapar,” imbuh dia.

Anies lantas mengajak warga senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Dia meminta warga tetap berada di rumah hingga kondisi aman terkendali.

“Caranya sederhana, jauhi kerumunan, jauhi bepergian, tinggal di rumah sampai kondisi aman terkendali, itu saja,” tegasnya.

Penyekatan untuk Selamatkan Kita Semua!

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyampaikan alasan dilakukannya penyekatan PPKM darurat di sejumlah pos. Dia menegaskan penyekatan dilakukan untuk menyelamatkan warga.

“Jadi, ketika melihat ada pembatasan jalan-jalan, ini bukan sedang mengatur arus lalu lintas. Ini sedang menyelamatkan kita semua,” papar Anies.

Anies menekankan penyekatan PPKM darurat di sejumlah titik bukan bertujuan untuk mengosongkan jalanan di Jakarta. Dia menerangkan penyekatan dilakukan sebagai upaya menyelematkan warga dari bahaya Covid-19.

“Ini adalah untuk menyelamatkan kita semua, menyelamatkan Anda, menyelamatkan keluarga Anda, menyelamatkan keluarga kita semua,” tegasnya.

Oleh karenanya, Anies berharap warga DKI Jakarta betul-betul menyadari masa sulit ini. Dia mengajak warga untuk kompak mematuhi protokol kesehatan dan tetap berada di rumah agar pandemi Covid-19 lekas selesai.

“Karena itu, kita berharap ini bisa selesai cepat. Kalau (pengin) cepat, mari kita sama-sama kompak untuk memilih berada di rumah, mengurangi kegiatan di luar dan mengizinkan hanya mereka yang sektor esensial dan kritikal yang berkegiatan. Saya harap kita semua menyadari ini masa yang sulit, yang sedang kita hadapi,” imbuhnya.

Diketahui, pemerintah menerapkan PPKM darurat Jawa-Bali mulai 3 Juli kemarin hingga 20 Juli mendatang. PPKM darurat diterapkan sebagai ‘respons’ melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia belakangan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top