News

Kesaksian Mantan Ajudan Soal Respons Juliari Batubara Ketika Ada OTT KPK

Kesaksian Mantan Ajudan Soal Respons Juliari Batubara Ketika Ada OTT KPK

Mantan ajudan Juliari Batubara, Eko Budi Santoso menyampaikan kesaksiannya terkait respons Juliari ketika mendengar ada operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap sejumlah pejabat Kementerian Sosial (Kemensos). Hal itu disampaikan dalam gelaran sidang lanjutan kasus korupsi yang menimpa Juliari di Pengasilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat.

Eko menyebut, pada saat itu, Juliari langsung mengumpulkan sejumlah pejabat Kemensos. Juliari dan jajarannya tersebut diketahui sedang melakukan kunjungan kerja di Malang, Jawa Timur.

“Seingat saya (pejabat yang hadir) Adi Karyono, Dirjen Linjamsos Kemensos Pepen, Adi Wahyono, Kukuh. Esok harinya, saya baca di running text bahwa ada sanggota Kemensos (kena) OTT. Saya kemudian sampaikan ke bapak, (tapi) bapak nggak angkat telepon, lalu saya WA beliau. Lalu untuk tim diarahkan ke ruangan, sampai di ruang rapat saya keluar,” kata Eko, Senin (22/3/2021).

Eko menyebut Juliari belu merespons adanya OTT KPK terhadap sejumlah pejabat Kemensos pada 5 Desember 2020 lalu. Dia menegaskan Juliari hanya mengumpulkan para pejabat Kemensos di ruang rapat, namun dirinya hanya menunggu di luar ruangan.

“Beliau (Juliari) belum respons. Ada dipanggil (pejabat Kemensos), tapi saya nggak ikut, hanya tunggu di luar,” terangnya.

Sejumlah Agenda Dibatalkan Karena OTT

Masih menurut kesaksian Eko Budi Santoso. Mantan ajudan Juliari Batubara itu kemudian menceritakan soal sejumlah agenda kunjungan kerja yang batal gara-gara sejumlah pejabat dicokok KPK.

Budi pun membenarkan Juliari menyewa dua mobil untuk kembali ke Jakarta setelah mendengar adanya OTT KPK. Padahal, pada saat berangkat ke Malang, Juliari menyewa pesawat pribadi.

Budi mengaku dirinya hanya mengikuti arahan dari mantan Menteri Sosial itu.

“Itu saya ikuti arahan aja. Pak menteri kemudian mengatakan ‘semuanya sudah, kita nggak usah naik pesawat, kita (pakai jalur) darat saja. Sambil lihat perkembangan berita (OTT KPK),” ucap Eko.

Sampai akhirnya, Juliari juga ditetapkan sebagai tersangka korupsi bansos Corona. Eko pun mengaku turut mendampingi Juliari saat menyerahkan diri ke KPK setelah kunjungan kerja dari Malang.

Juliari Batubara Tak Tahu Sumber Uang Sewa Pesawat Pribadi

Terkait kendaraan yang digunakan untuk kunjungan kerja, mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengaku beberapa kali menggunakan pesawat pribadi. Pesawat pribadi itu di-carter untuk menuju ke sejumlah daerah, termasuk Malang.

“Pernah beberapa kali (pakai pesawat pribadi), mungkin sekitar 3 atau 4 kali. Yang saya ingat pernah ke Luwu Utara lihat banjir kalau nggak salah. Ke Natuna, kemudian Bali pernah sekali, ke Semarang pernah, ke Tanah Bumbu dan Malang,” kata Juliari yang juga dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (22/3/2021).

Juliari mengaku tidak tahu terkait sumber anggaran yang digunakan untuk menyewa pesawat pribadi. Yang jelas, kata dia, urusan biaya diserahkan ke pihak Biro Umum Kemensos.

“Kalau pesawat, sewa carter. Kalau anggaran itu kan di Biro Umum (Kemensos). Keperluan menteri kan Biro Umum yang membawahi tata usaha menteri. Anggaran pastinya saya nggak paham, tapi terkait perjalanan dinas biasanya di-handel Biro Umum,” terangnya.

Juliari kembali menekankan dirinya tidak tahu sumber anggaran secara detail yang digunakan untuk menyewa pesawat pribadi. Dia hanya mengatakan saat itu Kepala Biro Umum Kemensos dijabat oleh Adi Wahyono, yang juga tersangka di kasus bansos Corona ini.

“Karena saya tahu Biro Umum, misal sewa pesawat, saya bilang ke sespri agar koordinasi ke Biro Umum. Kabiro umum masih rangkap pak Adi Wahyono. Saya tahunya kan anggaran yang ada, saya nggak mungkin tahu detailnya dari mana anggarannya,” sambung Juliari.

Diketahui, Juliari merupakan tersangka kasus korupsi bansos Corona. Mantan Menteri Sosial itu disebut mendapatkan fee Rp 10 ribu per paket bansos dari penyedia bansos.

To Top