News

Keterlaluan! Oknum Kimia Farma Pakai Alat Tes Antigen Bekas Pakai

Oknum Kimia Farma Medan Jadi Tersangka Penggunaan Alat Antigen Bekas

Polisi menjadikan manajer Kimia Farma Jl RA Kartini, Medan, PM, dan empat bawahannya sebagai tersangka atas dugaan penggunaan alat tes antigen bekas di Bandar Udara Kualanamu. PM meraih keuntungan hingga 30 juta rupiah dari hasil tindakan curangnya itu.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra menuturkan, dari hasil keterangan para saksi, kegiatan tersebut mulai dilakukan sejak 17 Desember 2020. Pada saat itu penggunaannya ditujukan untuk swab di Bandara Kualanamu.

“Yang menyuruh melakukan atau menggunakan cotton buds sqab antigen yaitu PM selaku BM kepada staf yang bekerja di Laboratorium Kimia Farma Bandara Kualanamu. Serta kepada SR selaku kurir dan DP yaitu CS di laboratorium,” kata Panca kepada awak media, Kamis (29/4/2021).

Lihat Juga: Wajib Tahu! Ini 5 Fakta Tentang Rapid Test Antigen

Panca mengatakan, rata-rata jumlah pasien yang di-swab di bandara tersebut sekitar 260 orang. Namun hanya sekitar 100 orang saja yang dilaporkan ke bandara dan Pusat Laboratorium Kimia Farma yang berada di Jalan RA Kartini.

“Tetapi yang dilaporkan ke bandara dan Pusat Laboratorium Kimia Farma yang berada di Jl RA Kartini Medan yaitu berkisar 100 orang. Lalu sisanya sekitar 150 pasien adalah keuntungan yang diperoleh PM dari hasil menggunakan cotton buds swab antigen bekas. Di mana rata-rata hasil keuntungan menggunakan cotton buds swab antigen bekas yang didapat saudara SR ke PM, sekitar 30 juta rupiah. Akan digunakan untuk PM dan lembur staf Laboratorium Kimia Farma yang beralamat di Jl RA Kartini Medan,” terang Panca.

Sebelumnya, polisi telah menjadikan 5 orang sebagai tersangka dan dijerat UU Kesehatan dan Perlindungan Konsumen. Kelima orang tersebut merupakan pengelola laboratorium anti gen di Bandara Kualanamu.

Pengumuman tersangka sendiri disampaikan langsung oleh Kapolda Sumatera Utara, Irjen Panca Putra, di Polda Sumut pada Kamis (29/4/2021). Ia juga menerangkan konstruksi kasus tersebut.

Erick Thohir Minta Oknum Penggunaan Alat Antigen Bekas Dipecat

Erick Thohir, Menteri BUMN geram atas kasus penggunaan alat bekas antigen di Bandara Kualanamu yang dilakukan oleh oknum petugas Kimia Farma. Menurutnya, oknum tersebut harus diganjar hukuman tegas.

“Saya sendiri yang minta seluruh yang terkait, mengetahui, dan yang melakukan dipecat. Serta diproses hukum secara tegas,” kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Erick Thohir sendiri telah meminta jajarannya untuk memeriksa secara menyeluruh terkait kasus penggunaan alat tes antigen bekas tesebut. Selain itu, ia juga menilai ulah oknum tersebut mengkhianati profesi pelayanan publik di bidang kesehatan.

To Top