News

Ketua KPK: Kami Tidak Terpengaruh Isu Gonjang-ganjing TWK

Ketua KPK: Kami Tidak Terpengaruh Isu Gonjang-ganjing TWK

Ketua KPK Firli Bahuri blak-blakan berbicara soal gonjang-ganjing tes wawasan kebangsaan (TWK) yang sampai saat ini masih kerap disoroti publik. Firli menyatakan KPK tetap fokus menjalankan tugas pokoknya, tanpa menghiraukan gonjang-ganjing yang terjadi.

“Kami tidak pernah terpengaruh dengan isu gonjang-ganjing, tidak. Tetap fokus dengan tugas pokok KPK dan kami tidak pernah membawa rasa dendam. Yang kami bawa adalah semangat memberantas korupsi, itu saja,” kata Firli, Senin (21/6/2021).

Firli menegaskan dirinya tidak pernah secara sengaja menyingkirkan sejumlah pegawai KPK melalui TWK. Dia menyebut isu terkait hal itu tidak lebih dari fitnah belaka.

“Tidak ada ruang bagi pimpinanan KPK untuk meminta BKN (Badan Kepegawaian Negara) mengtur lulus-tidaknya pegawai KPK dalam TWK. Itu fitnah karena ruangnya tidak ada. Kenapa yang 75 pegawai tak lulus TWK ini membangun opini, fitnah. Coba Anda tanya ke yang 1.274 pegawai yang lulus TWK,” tegas dia.

Ketua KPK itu kemudian mengatakan pihaknya telah memperjuangkan nasib 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK dengan menggelar pertemuan pada 25 Mei lalu. Dia juga menegaskan pihaknya tidak pernah membangkang arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang beberapa waktu lalu meminta alih status pegawai menjadi ASN tidak merugikan pegawai KPK.

“Kami care (peduli) dan fokus untuk melanjuti arahan Presiden. Jadi kalau disebut pembangkangan, itu di mana? Buktinya kami betul-betul menindaklanjuti arahan pak Presiden dengan rapat komprehensif pada 25 Mei 2021,” papar Firli.

Firli mengungkapkan dalam pertemuan itu pihaknya meminta dispensasi supaya 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK dapat dilantik menjadi ASN. Namun, hasil kesepakatan yang didapatkan hanya 24 pegawai KPK yang tidak lulus TWK diberikan kesempatan mengitui latihan bela negara dan wawasan kebangsaan utuk menjadi TWK.

“Jadi saya pastikan bahwa tidak ada kita (pimpinan KPK) menghendaki satu orang individu pun yang tidak lulus. Pada pertemuan 25 Mei 2021, saya katakana apakah memungkinkan diberikan dispensasi kepada 75 pegawai KPK itu,” ungkapnya.

Novel Sebut Ketua KPK Paksakan Pelaksanaan TWK

Di sisi lain, Novel Baswedan mengungkapkan kronologis awal pelaksanaan TWK untuk pegawai KPK. Novel menyebut pelaksanaan TWK dipaksakan oleh Ketua KPK Firli Bahuri.

“Kami mengetahui bahwa ternyata yang memaksakan masuk itu (TWK) pak Firli Bahuri. Bahkan, pak Firli mengatakan dalam pertemuan rapat dengan pimpinan, meminta agar dilakukan istilahnya bukan TWK. Waktu itu belum nyebut TWK, (tetapi) dilakukan asesmen di psikologi TNI AD. Itu permintaannya pak Firli sendiri,” kata Novel, Minggu (20/6/2021).

Novel kemudian mengungkapkan alasan Firli ‘memaksakan’ TWK sebagai proses alih status pegawai KPK menjadi ASN. Dia menyebut TWK digelar lantaran ada ‘Taliban’ di badan KPK.

“Dan kemudian diminta agar, kenapa perlu dilakukan itu (TWK). Pak Firli mengatakan karena di KPK banyak ‘Taliban’. Jadi pertanyaannya kenapa pak Firli ngomog gitu ini,” tegasnya.

Novel mengatakan tidak ada lagi yang menanggapi jawaban soal banyaknya Taliban di badan KPK usai pembahasan itu. Dia juga menyebut isu Taliban bahkan tidak diperbincangkan dalam pembahasan dengan BKN dan KemenPAN-RB.

“Ketika pembahasan itu, beberapa hari nggak ada yang ngerespons karena memang itu aneh dan sudah dilakukan pembahasan sebelumnya. Sebelum November saya katakan, pembahasan telah selesai dan pembahasan itu bersama dengan KemenPAN-RB dan BKN. Telah selesai pembahasan itu dan tidak ada kaitan dengan hal itu,” sambung Novel.

To Top