News

Kicauan Krisdayanti Soal Gaji DPR Bikin Heboh Senayan

Kicauan Krisdayanti Soal Gaji DPR Bikin Heboh Senayan

Anggota DPR RI Krisdayanti cukup menghebohkan karena berani terang-terangan soal gaji, tunjangan dan dana lainnya yang didapat oleh anggota DPR. Sebuah informasi sensitif, apalagi di masa pandemi saat ini, di mana ekonomi masyarakat tengah terkoyak.

Penyanyi senior itu mengaku mendapat gaji tiap tanggal 1 senilai Rp 16 juta. 4 hari kemudian, ia akan menerika dana tunjangan sebesar Rp 59 juta. Tidak hanya itu. Ada pula dana aspirasi sebanyak Rp 450 juta yang diterima oleh wanita yang akrab disapa KD itu.

Dana aspirasi tersebut ia terima 5 kali dalam satu tahun, dan dana reses senilai Rp 140 juta.

“(Dana reses) Rp 140 juta. Itu delapan kali setahun,” ungkap Krisdayanti dalam akun YouTube Akbar Faizal, seperti dilihat pada Rabu (15/9/2021).

Pengakuan ini sontak mengundang reaksi dari sejumlah anggota DPR lain, termasuk pimpinan serta rekan satu partai Krisdayanti. MKD (Majelis Kehormatan Dewan) DPR sebenarnya tidak membantah pengakuan KD. Namun menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperjelas supaya publik tak beranggapan buruk.

“Pernyataan Krisdayanti betul, dan itu dapat dengan mudah dipastikan di kesekjenan,” kata Wakil Ketua MKD DPR RI Habiburokhman kepada awak media, Selasa (14/9/2021).

“Yang sedikit misleading itu terkait tunjangan, yang apabila digabung dnegan gaji sekitar Rp 65 jutaan,” sambungnya.

Pimpinan DPR RI pun juga ikut angkat suara. Wakil Ketua DPR RI SUfmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa yang diungkapkan KD tak semuanya bisa dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

“Ini yang harus saya klarifikasi, yang dimaksud gaji kan take home pay. Sedangkan yang disampaikan KD itu termasuk dana reses dan dana kunjungan dapil,” kata Dasco.

Lihat Juga: Krisdayanti Siap Go International Dengan Produser Shakira

Nah, uang reses tersebut tidak diperuntukkan untuk kepentingan pribadi. Uang itu digunakan untuk kepentingan anggota DPR di daerah pemilihan. Misalnya, seperti yang dikatakan KD, untuk membeli kebutuhan masyarakat, contohnya sembako.

“Dana tersebut untuk kegiatan di dapil, untuk gaji tim di dapil, untuk perjalanan membuat kegiatan, seperti KD katakana selama COVID ya sembako kita beri masker dan lainnya dari uang tersebut. Jadi itu tidak untuk keperluan pribadi kita, apalagi dimakan sendiri,” jelas Dasco.

Rekan satu fraksi Krisdayanti, Hendrawan Supratikno mengatakan anggota DPR mempunyai sejumlah sumber pemasukan. Selain gaji atau tunjangan, sumper pemasukan lain yaitu dari dena reses serta kunjungan kerja.

“Pendapatan anggota Dewan dari gaji, tunjangan-tunjangan dan dana yang diberikan dalam kegiatan anggota. Seperti kunjungan dapil, kunjungan kerja (kunker), reses, sosialisasi, serap aspirasi dan lainnya,” kata Hendrawan, Selasa (14/9/2021).

Apabila merujuk pernyataan KD, yang masuk ke rekening anggota Dewan hanyalah gaji serta tunjangan, yang apabila dijumlah mencapai Rp 60 jutaan. Belum lagi, potongan untuk iuran partai.

“Total gaji serta tunjangan sekitar Rp 60 juta/bulan. Dari pemasukan ini dipotong untuk fraksi. Tiap fraksi memiliki kebijakan berbeda-beda,” tuturnya.

Khusus partai PDIP, pendapatan yang diterima bukan saja dari anggota DPR. Hendrawan sendiri mengatakan iuran Fraksi PDIP per bulannya mencapai puluhan juta rupiah.

“Fraksi mendapat pemasukan dari DPD-DPD provinsi. Saya setiap bulan Rp 22 juta,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top