News

Kini Firli Bahuri ‘Diserang’ Bertubi-tubi!

Kini Firli Bahuri ‘Diserang’ Bertubi-tubi!

Ketua KPK Firli Bahuri mendapatkan ‘serangan’ bertubi-tubi dari pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) dan pihak lain. Serangan itu muncul usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak sepakat atas pemberhentian 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK.

“Kepala negara kan sudah memberikan statement, sudah memutuskan. Mau apa lagi yang digoreng-goreng? Mau apa lagi yang dimasak-masak? Apakah mau melawan Presiden?” kata Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko, Rabu (19/5/2021).

Untuk diketahui, Sujanarko adalah salah satu pegawai KPK yang tidak lulus TWK. Sujanarko mengatakan persoalan pemberhentian pegawai KPK ini akan cepat selesai jika segera ditindaklanjuti oleh Firli Bahuri dan pimpinan KPK lainnya. Di sisi lain, lanjut dia, kegaduhan di tengah masyarakat akan berhenti.

“Sebetulnya kalau semuanya punya niat baik, semua pihak punya niat baik, maka proses ini bisa diselesaikan tidak sampai rekomendasi. Jadi kira-kira proses ini bisa diselesaikan hari ini atau besok atau minggu depat supaya republik ini tidak selalu gaduh,” tegasnya.

Sujanarko dan 74 pegawai KPK yang tidak lulus TWK sebelumnya melaporkan dugaan maladministrasi yang dilakukan pimpinan KPK ke Ambudsman RI. Dikatakan oleh Sunajarko bahwa laporan itu bertujuan agar kegaduhan soal pemberhentian pegawai KPK yang tidak lulus TWK segera mereda.

“Dengan kewenangan Ombusdman kita harapkan bisa menyelesaikan kasus ini dengan secepat-cepatnya. Konteknya adalah agar negeri ini tidak gaduh dengan hal-hal remeh-temeh seperti itu. Kira-kira publik-lah yang kita pentingkan daripada kasus-kasus semacam ini,” imbuhnya.

Busyro Pengin Berhentikan Firli Bahuri

Di sisi lain, mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas pengin Firli Bahuri berhenti dari jabatannya sebagai Ketua KPK imbas dari polemik TWK. Busyro mendoakan Presiden Jokowi melakukan apa yang diinginkan itu.

“Tergantung Presiden, kalau Presiden hendak memberhentikan itu (Firli) bagus sekali. Kita doakan,” kata Busyro, Rabu (19/5/2021).

Busyro menegaskan masyarakat sipil akan mengambil langkah untuk memberhentikan Firli jika Jokowi tidak melakukannya sendiri. Menurut pimpinan Muhammadiyah itu, perbuatan Firli memalukan Polri.

“Kami masyarakat sipil akan melakukan langkah-langkah penuh keadaban, nuansa moral dalam langkah memundurkan Firli Bahuri. Maaf ya, (Firli) memalukan instansi kepolisian,” imbuhnya.

Busyro menilai Firli telah melakukan pelanggaran kode etik, oleh karenanya disebut memalukan Polri. Dia kembali menekankan keinginannya Ketua KPK itu segera mundur.

“Dia melakukan pelanggaran kode etik. Bahkan ketika menjadi Deputi Penindakan KPK pun sudah diperiksa melakukan pelanggaran kode etik. Maka, seharusnya pimpinan KPK itu 5 orang itu mengambil keputusan, untuk apa? Agar Ketua KPK ini berhenti dengan sendirinya,” tegasnya.

MAKI Juga Pengin Firli Mundur

Tidak hanya Busyro Muqoddas, Boyamin Saiman selaku koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) juga menginginkan Firli Bahuri mundur dari jabatannya sebagai Ketua KPK. Boyamin berharap pucuk pimpinan KPK diambil alih oleh orang yang lebih layak.

“Kalau dalam konteks kontroversial terus begini ya kalau saya menyarankan sebaiknya pak Firli mundur ajalah dari Ketua KPK. Setidaknya mundur dari Ketua KPK menjadi Wakil Ketua KPK aja. Biar dipimpin oleh pak Nawawi atau pak Ghufron, ya paling tidak pak Alex Mawarta lah,” ungkap Boyamin.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengambil sikap atas pemberhentian 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK. Jokowi mengatakan hasil TWK tidak bisa dijadikan dasar untuk memberhentikan pegawai KPK.

“Hasil tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK. Dan, tidak serta merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes,” tegas Jokowi belum lama ini.

To Top