News

Komnas HAM Klaim Petugas Langgar HAM Atas Peristiwa Penembakan Laskar FPI

Komnas HAM Klaim Petugas Langgar HAM Atas Peristiwa Penembakan Laskar FPI

Pada 27 November 2020 lalu, Komnas HAM telah menerangkan hasil investigasi terkait penembakan 6 laskas FPI. Hasilnya, Komnas HAM menyatakan tewasnya empat anggota laskar FPI merupakan sebuah pelanggaran HAM. Awalnya, Komnas Hak Asasi Manusia tersebut menerangkan bukti-bukti yang diperoleh mulai dari voice note, tangkapan layar CCTV, hingga temuan di lapangan.

Polisi, keluarga korban, saksi di tempat kejadian, pihak FPI, hingga sejumlah ahli juga turut dipanggil. Akhirnya, diperoleh kesimpulan bahwa memang saat itu polisi membuntuti Habib Rizieq. Dalam kejadian tersebut, terdapat enam orang anggota laskar FPI yang tewas namun dibedakan dalam dua konteks.

“Terdapat 6 orang meninggal dunia dalam 2 konteks peristiwa yang berbeda,” terang Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam saat jumpa pers pada Jumat (8/11/2020).

Konteks pertama terjadi di Jalan Internasional Karawang yang diduga mencapai KM 48 Tol Cikampek. Komnas HAM menyebut memang ada saling serang berupa baku tembak antara petugas dan laskar FPI. Saat kejadian tersebut dua orang anggota laskar FPI tewas.

“Substansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antar petugas dan laskar FPI bahkan dengan menggunakan senjata api,” lanjutnya.

Sedangkan konteks kedua terjadi setelah KM 50 Tol Cikampek. Saat itu empat orang anggota laskar FPI yang masih hidup dibawa oleh petugas namun akhirnya ditemukan tewas.

Lihat Juga: CCTV di Lokasi Penembakan Laskar FPI Ternyata Aktif dan Komnas HAM Sudah Tonton, Ini Hasilnya!

“Sedangkan terkait peristiwa Km 50 ke atas. Terdapat 4 orang yang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara yang kemudian ditemukan tewas sehingga peristiwa tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia,” jelas Choirul Anam.

Choirul menyebut empat orang laskar FPI yang tewas setelah KM 50 adalah peristiwa unlawful killing.

“Penembakan sekaligus terhadap 4 orang dalam 1 waktu tanpa ada upaya lain. Yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya tindakan unlawful killing terhadap 4 orang anggota laskar FPI,” lanjutnya.

Komnas HAM memutuskan untuk mengusut tewasnya enam orang laskar FPI pada peristiwa penembakan di Tol Cikampek KM 50 pada Desember 2020 lalu. Menurut keterangan Polda Metro Jaya, keenam orang yang tewas tersebut dikarenakan melawan petugas pada Senin (27/11/2020).

Pada akhir 2020 lalu, Komnas HAM menunjukkan hasil investigasi sementara terkait insiden tersebut. Salah satu yang menjadi temuannya yaitu tentang 7 proyektil peleru dan 4 selongsong di sekitar tempat kejadian penembakan. Komnas HAM juga meminta keterangan dari ahli balistik dan forensik, selain itu rekonstruksi juga digelar pada 4 Januari 2021.

Selama pengusutan tersebut, Komnas HAM telah mengantongi rekaman suara terkait peristiwa tersebut, dan telah menganalisis lebih dari 8.000 video.

To Top