News

Kompol Chuck Putranto Ajukan Banding Usai Dipecat Akibat Obstruction of Justice

Kompol Chuck Putranto Dipecat

Komisi Kode Etik Polri (KKEP) memberikan sanksi pemecatan tidak dengan hormat (PTHD) pada mantan Kasubbagaudit Baggak Etika Rowabprof Divpropam, Kompol Chuck Putranto. Ia menjadi tersangka obstruction of justice dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan sidang KKEP yang dijalani Chuck Putranto pada Kamis (1/9/2022) itu dipimpin langsung oleh Jenderal Bintang Dua. Sidang berjalan sekitar 15 jam.

“Sanksi yang kedua Pemberhentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH sebagai anggota Polri,” ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (2/9/2022).

Ia menyebut tim KKEP memutuskan secara kolektif kolegial bahwa Kompol Chuck Putranto terbukti melanggar kode etik berupa Obstruction of Justice karena merusak atau menghilangkan alat bukti berupa CCTV.

Sebagai informasi, Chuck adalah salah satu anggota Polri yang diduga melakukan pengerusakan dan penghilangan alat bukti CCTV dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Ia juga menjadi salah satu saksi dalam sidang etik terhadap eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

KKEP memutuskan pemecatan terhadap Kompol Chuck Putranto setelah mendengarkan sembilan saksi yang hadir dan didukung alat bukti.

Lihat Juga: Ferdy Sambo Dipecat Polri, Hukuman Pidana Pun Menanti

Selain itu, tim KKEP juga memberikan sanksi etika terhadap Chuck Putranto. Hal ini dikarenakan perbuatannya tersebut dianggap sebagai tindakan tercela. Tim KKEP juga menjatuhkan sanksi administratif dengan menempatkannya di tempat khusus.

“Selama 24 hari dari tanggal 5 sampai 29 Agustus 2022 di ruangan Patsus Biro Provos Polri dan telah dijalani oleh pelanggar,” kata dia.

Kompol Chuck Putranto Ajukan Banding

Setelah putusan itu, Dedi mengatakan Chuck Putranto langsung mengajukan banding. Meski begitu, dia memastikan hukum pidana yang menjerat Chuck akan tetap diproses.

Lihat Juga: Terkait Penembakan di Rumah Ferdy Sambo, 25 Anggota Polri Diperiksa Irsus

“Tetap proses, tetap berjalan, khusus untuk sidang banding nantinya akan disiapkan komisi banding koordinasi antara Divkum Polri,” tutupnya.

Dalam kasus obstruction of justice ini Polri telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh orang tersebut yakni Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top