News

Kontroversi Brotoseno yang Kini Resmi Dipecat Polri

Raden Brotoseno Dipecat Polri

Karir AKBP Raden Brotoseno di kepolisian resmi berakhir setelah diputuskan lewat sidang etik.

“Berdasarkan hasil PK atas nama AKBP Brotoseno yang dilaksanakan pada Hari Jumat tanggal 8 Juli 2022 pukul 13.30 WIB memutuskan untuk memberatkan sidang Komisi Kode Etik Polri tanggal 13 Oktober 20220 menjadi sanksi administratif berupa PTDH sebagai anggota Polri,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah dalam konferensi pers, Kamis (14/7/2022).

Menurut hasil sidang Peninjauan Kembali (PK), masa dinas Brotoseno resmi berakhir setelah mendapatkan keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Nama Brotoseno sendiri mulai menarik perhatian publik sejak tahun 2011. Berikut kontroversinya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Asmaranya dengan Angelina Sondakh

Pada akhir 2011 lalu, kisah asmara mantan anggota Polri dengan Angelina Sondakh alias Angie terendus. Keduanya menjalin asmara karena sering berkomunikasi. Saat itu Angie merupakan saksi dalam perkara proyek Wisma Atlet dengan Nazaruddin sebagai terdakwa.

Lihat Juga: Angelina Sondakh Bebas, tapi Wajib Lapor Hingga 1 Juni 2022

Hubungan itu pun sempat ditutup-tutupi oleh Angie. Namun setelah itu ia mulai terbuka tentang hubungannya dengan Broto.

Mereka juga sempat diketahui berkunjung ke tempat korban banjir bandang di Dusun Sidorejo, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo.

Bukan itu saja, foto mesra Broto dan Angie juga beredar luas pada 2011. Saat itu Broto bertugas sebagai penyidik di KPK.

Dikembalikan KPK

KPK mengembalikan Brotoseno ke Mabes Polri yang kala itu memiliki pangkat Kompol. Surat resminya pun ditandatangani oleh pimpinan KPK.

“Sudah sudah. Hari Senin kemarin sudah Kita kirim. Resmi saya tanda tangani,” ungkap Ketua KPK Busyro Muqoddas saat itu di sela-sela acara Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di Istana Bogor, Rabu (14/12/2011).

Kisah cintanya dengan Angie rupanya menjadi topik hangat di kalangan internal KPK kala itu. Busyro pun mengonfirmasi adanya hubungan khusus antara penyidik KPK dengan Angie itu.

“Indikasi ada kedekatan pribadi, dan itu sudah kami periksa. Itu hubungan anak-anak muda lah,” ujar Busyro.

Lihat Juga: Angelina Sondakh Dikabarkan Segera Bebas, Ini Profil dan Perjalanan Kasusnya

Lewat surat telegram Kapolri bernomor 2433/XII/2011 tertanggal 20 Desember 2011, Broto dimutasi ke bagian sumber daya manusia (SDM) Polri.

Brotoseno Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Lama tidak terdengar kabarnya, Brotoseno tiba-tiba ditangkap petugas dari Bareskrim Polri pada 11 November 2016. Ia dituding menerima uang dari pengacara kasus dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan periode 2012-2014.

Karo Penmas Mabes Polri pada saat itu, Kombes Rikwanto, mengatakan uang tersebut diberikan agar proses penyidikan kasus itu diperlambat.

“Seseorang mengaku pengacara mengaku memberikan uang untuk memudahkan pemeriksaan terhadap DI. (Untuk) Memudahkan untuk yang bersangkutan sering ke LN baik untuk urusan bisnis dan pengobatan sehingga penyidik diminta jangan terlalu cepat memanggil, agak diperlambat saja,” ungkap Rikwanto.

Broto diduga menerima uang RP1,9 miliar terkait penanganan kasus dugaan korupsi cetak sawah tersebut. Ia pun langsung ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya.

Mendekam di Penjara

Dalam kasus itu, Broto didakwa menerima uang suap RP1,9 miliar dengan tuntutan 7 tahun penjara. Namun, hakim kemudian menjatuhkan vonis yang lebih ringan dari tuntutan. Ia divonis hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp300 juta subsider 2 bulan bui.

“Menyatakan terdakwa Raden Brotoseno telah terbukti secara sah dan bersalah dalam melakukan korupsi. Menjatuhkan penjara selama 5 tahun dan denda 300 juta subsider kurungan 3 bulan,” bunyi putusan ketua majelis hakim Baslin Sinaga di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (14/6/2017).

Rupanya, sejak Februari 2020 lalu Broto sudah bebas bersyarat.

Aktif Sebagai Polisi Meski Mantan Narapidana

Pada Mei 2022, ICW mengeluarkan rilis terkait Brotoseno yang diduga masih aktif usai terjerat kasus korupsi. Padahal, menurut ICW, perkara tersebut memiliki kekuatan hukum tetap dan Broto dinyatakan bersalah.

Pihak ICW pun mengirimkan surat kepada Irjen Wahyu Widada pada Januari 2022. Isinya yaitu permintaan klarifikasi status Broto di Kepolisian.

“Pada awal Januari lalu, Indonesia Corruption Watch (ICW) melayangkan surat kepada Asisten SDM Polri Irjen Wahyu Widada perihal permintaan klarifikasi status anggota Polri atas nama Raden Brotoseno. Hal ini kami sampaikan karena diduga keras yang bersangkutan kembali bekerja di Polri dengan menduduki posisi sebagai Penyidik Madya Dittipidsiber Bareskrim Polri,” tulis Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya.

“Sayangnya, hingga saat ini surat dari ICW tak kunjung direspon oleh Polri,” lanjutnya.

Lihat Juga: Sederet Kejanggalan dalam Kasus Polisi Tembak Polisi di Kediaman Irjen Ferdy Sambo

Dugaan masih aktifnya Broto ini pun mendapat sorotan. Hingga akhirnya Kapolri melakukan revisi terhadap Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 12 tahun 2011 Tentang ‘Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia’ dan Perkap Nomor 19 Tahun 2012 Tentang ‘Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia’.

Setelah revisi Perkap, Sigit membentuk tim etik untuk PK vonis etik Broto. Sidang tersebut akhirnya memutuskan memecat Raden Brotoseno dari kepolisian dengan tidak hormat.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top