News

Kontroversi Budhi Sarwono, Bupati Banjarnegara Yang Jadi Tersangka Korupsi

Kontroversi Budhi Sarwono, Bupati Banjarnegara Yang Jadi Tersangka Korupsi

KPK menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan di Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tahun 2017-2018. Sebelum berstatus tersangka, Budhi sempat membuat sejumlah kontroversi.

Budhi diduga menerima gratifikasi dalam proses pengadaan di Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Gratifikasi senilai Rp 2,1 miliar diduga mengalir ke rekening Budhi.

“Setelah KPK menyelidiki kita tentunya menemukan adanya bukti awal cukup dan kita tingkatkan ke penyidikan. Malam hari ini sampaikan teman-teman atas kerja keras tersebut, menetapkan  2 tersangka yaitu BS merupakan Bupati Kabupaten Banjarnegara periode 2017-2022. Tersangka kedua KA, yaitu pihak swasta,” ujar Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam konnferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021).

Sementara salah satu kontroversi Bupati Banjarnegara yang paling disorot adalah saat menyinggung nama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Budhi menyinggung nama Luhut dalam sebuah video yang tersebar di Twitter.

Sebut Luhut Binsar Pandjaitan ‘Penjahit’

Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 17 detik yang diunggah oleh akun Twitter Ferdinand Hutahean, Senin (23/8/2021) pukul 06.08 WIB, Budhi awalnya melaporkan soal perkembangan kasus COVID-19 di Banjarnegara. Salah satu yang dilaporkan adalah terkait BOR (Bed occupancy Rate) untuk pasien COVID di Banjarnegara.

“Alhamdulillah Banjarnegara dahulu BOR 99%, turunlah PPKM Darurat. Saya membaca aturannya sesuai saran Bapak Presiden yang ditindaklanjuti oleh Menteri Dalam Negeri,” kata Budhi dalam rekaman video tersebut.

“Dan dilakukan pada saat itu rapat dengan menteri siapa itu, penjahit, yang orang Batak itu, ya pak penjahit. Dilakukan PPKM darurat hingga saat ini PPKM level 4, level 3 ternyata dengan adanya pembagian jaring pengaman sosial tersebut sangan efektif serta efisien,” lanjutnya.

Saat dikonfirmasi mengenai viralnya video tersebut, Bundhi membenarkan bahwa yang ada dalam rekaman tersebut ialah dirinya. Saat itu ada kegiatan pembagian jaring pengaman sosial yang bertempat di Desa Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (21/8/2021).

Kini perkara ‘penjahit’ tersebut telah tuntas, Budhi juga telah meminta maaf, dan Luhut menerimanya.

“Y ajika telah meminta maaf tak apa-apa, dimaafkan. Kini banyak pelaku penyebar fitnah disana-sini saat diminta membuktikan tak bisa tetap tak mau meminta maaf. Kita apresiasi saja yang masih ingin meminta maaf,” tutur juru bicara Menko Marves, Jodi Mahardi, Selasa (24/8/2021).

Budhi Sarwono Sebut Gus Dur ‘Picek’

Pernyataan bernada hinaan tersebut dilontarkan Bupati Banjarnegara tersebut dalam sebuah video yang baru-baru ini viral. Video tersebut sebenarnya telah direkam pada 2019 silam.

Lihat Juga: OTT Bupati Probolinggo, Uang Ratusan Juta Ikut Disita KPK

Dalam video itu, Budhi mengatakan “Oh begini Pak Sekda, itu dinas yang lainnya ditutup kabeh bae. Bubarna kabeh nggo PU kabeh. Tak tandatangani saiki. Gus Dur seng pi**k bae nutup dinas penerangan karo sosial. Apa maning wincin (Budhi Sarwono) seng matane melek.”

(Oh begini Pak Sekda, itu dinas ditutup semuanya saja. Buburkan semua untuk dinas PU. Sata tandatangani sekarang. Gus yang matanya buta saja menutup Dinas Penerangan dan Sosial apalagi Wincin yang matanya bisa melihat).

Budhi juga telah membuat video klarifikasi terkait pernyataan tersebut. GP Ansor Banjarnegera juga menganggap masalah tersebut telah selesai.

Minta Warga Tidak Takut Gelar Kegiatan

Pada masa pandemi COVID-19, Budhi mendadak viral setelah videonya beredaar di grup WhatsApp. Dalam video tersebut, Budhi mengatakan agar warga tak perlu takut untuk mengadakan kegiatan, asal tetap menerapkan prokes.

“Saya pesan kepada masyarakat, Pak Bupati bertanggung jawab sepenuhnya untuk kegiatan pengajian, olahraga, kesenian, ebeg silahkan jalan terus. Tapi jangan lupa protokol kesehatan jangan sampai tak dipakai,” ujar Budhi dalam video yang beredar.

Dalam rekaman berdurasi 2.50 menit itu, Budhi Sarwono juga meminta warga serta kepala desa agar melaporkan apabila ada pihak yang menakut-nakuti terkait digelarnya kegiatan. Bahkan, dirinya juga meminta untuk mem-foto oknum tersebut untuk dilaporkan kepadanya.

Ketika dikonfirmasi, Budhi tak menampik bahwa dalam rekaman itu adalah dirinya. Ia mengatakan, pidato dalam video itu mengacu pada instruksi Menteri Dalam Negeri No 13 Thn 2021 terkait perpanjangan PPKM mikro.

“Saya hanya melakukan perintah pimpinan saya, Instruksi Menteri Dalam Negeri. Saya kepanjangan tangan presiden, say abaca di sini, pada halaman 5 huruf H. Di situ dijelaskan, kegiatan seni, sosial, budaya yang bisa mengakibatkan kerumunan, diperbolehkan dibuka maksimal 25%,” tutur Budhi, Sabtu (19/6/2021).

Kini Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono berstatus tahanan KPK setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi dan ditahan di Rutan Kavling C1.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top