News

Kontroversi Mobil Dinas Baru Gubernur-Wagub Sumbar Di Tengah Pandemi

Kontroversi Mobil Dinas Baru Gubernur-Wagub Sumbar

Mobil dinas baru Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) memancing kontroversi. Lantaran, kendaraan dinas baru Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy tersebut dihadirkan di tengah kondisi pandemi COVID-19.

“Saya takt ahu harga pastinya, sebab bukan saya yang beli. Mobil lama masih di sini,” ujar Mahyeldi kepada awak media, Selasa (17/8/2021).

Walau begitu, Mahyeldi mengaku mengetahui alokasi anggaran untuk kendaraan dinasnya yang mencapai Rp 1,4 M. Namun ia menyebut pembelian kendaraan tersebut tidak sampai Rp 1,4 miliar.

Kritik pun disampaikan anggota DPRD Sumatera Barat Nofrizon, yang menganggap pemimpin Sumbar tidak memiliki kepekaan terhadap nasib warganya.

“Pengadaan mobil dinas tidak urgen sama sekali. Itu bukanlah kebutuhan mendesak,” kata Nofrizon seperti dikutip dari laman detikcom, Rabu (18/8/2021).

Ia menyebut pengadaan kendaraan baru di tengah situasi pandemi COVID-19 saat ini tak elok.

“Benar-benar tidak elok dan tidak pantas dalam kondisi saat ini melkaukan pengadaan kendaraan dinas. Alasannya mobil lama sudah rusak. Memang Gubernur hanya memiliki satu mobil. Cek di garasinya, tidak masuk akal alasan yang digunakan,” kata politikus Demokrat ini.

Lihat Juga: Jawaban Istana Terkait Pesawat Kepresidenan Dicat Ulang

Sementara, Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade menilai Gubernur dan Wagub Sumbar tak memiliki empati dan sense of crisis. Pembelian mobil dinas baru tersebut dianggap salah besar.

“Masyarakat tengah menderita. Pandemi menghancurkan sumber ekonomi warga. Lah pemimpinnya gagah-gagahan membeli mobil dinas bari. Ini tidak benar Namanya,” tutur Andre.

Menurutnya, alasan bahwa kendaraan dinas baru telah dianggarkan di APBD adalah suatu hal yang tak dapat diterima. Anggota DPR RI tersebut juga menyoroti sejumlah langkah penanggulangan COVID-19 yang terhenti di zaman kememimpinan Mahyeldi.

“Dulu di zaman Irwan Prayitno-Nasrul Abit menjadi Gubernur-Wagub, terdapat layanan PCR-swab gratis di bandara. Tetapi, mulai Mahyeldi memimpin, sudah tak ada lagi. Dahulu, Labor Unand juga mendapatkan pasokan anggaran yang cukup untuk memeriksa sampel COVID di zaman pemimpin dahulu. Namun sekarang juga sudah tidak ada. Kita senang dengan penanggulangan COVID periode dahulu dilakukan dengan maksimal. Namun di periode gubernur saat ini, penanganannya sudah tak seperti itu lagi, jadi kasus kembali naik tinggi,” kata Andre.

“Bagaimana bisa kita mengharapkan penanggulangan COVID serius dikerjakan jika begini. Visi-misinya sebelum menjadi gubernur akan menangani COVID. Namun saat ini bagaimana? Gubernur membeli mobil dinas baru yang harganya miliaran rupiah waktu pandemic begini. Dahulu alasannya tak dapat melakukan penyekatan PPKM atau mendukung berdirinya posko sebab tak ada anggaran. Namun saat ini bisa mobil baru,” lanjutnya.

Ketua Harian DPPN IKM (Ikatan Keluarga Minang) itu juga mengaku tidak habis pikir dengan alasan Gubernur Sumatera Barat kalau pengadaan mobil dinas baru tersebut dikarenakan mobil dinas lama sudah rusak dan rem blong.

“Kan hanya dibawa ke bengkel saja bisa. Kalau tidak tahu bengkelnya, biar saya tunjukkan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top