News

Heboh Info Korupsi Migor Ongkosi Penundaan Pemilu, Apa Benar?

Heboh Info Korupsi Migor Ongkosi Penundaan Pemilu, Apa Benar?

Anggota DPR RI Fraksi PDIP Masinton Pasaribu mengaku mendapatkan informasi kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah untuk mengongkosi wacana penundaan pemilu. Apa benar seperti itu?

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali meyakini tidak ada kaitannya kasus dugaan korupsi migor itu dengan wacana penundaan pemilu. Menurut Ali, korupsi dilakukan karena keserakahan.

“Nggak ada-lah. Jadi gini, korupsi minyak goreng di Kemendag itu lebih kepada keserakahan orang per orang. Jadi, tidak ada hubungannya. Terlalu jauh kemudian kalau korupsi yang dilakukan personal Dierjan dan koleganya di Kemendag dihubungkan dengan isu penundaan pemilu,” ucap Ali, Minggu (24/4/2022).

Ali menilai informasi kasus dugaan korupsi migor untuk membiayai wacana penundaan pemilu menyesatkan. Dia meyakini informasi yang diembuskan Masinton itu tidak benar.

“Saya bukan meragukan, itu nggak benar. Itu informasi yang menyesatkan menurut saya, yang disampaikan oleh Masinton itu. Karena, korupsi yang terjadi adalah keserakahan orang per orang, itu aja,” sambungnya.

Ali lantas meminta Kejaksaan Agung mengusut tuntas kasus dugaan korupsi migor yang melibatkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag. Dia meyakini Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag ‘tidak berdiri sendiri’ dalam melancarkan aksinya.

“Itu menjadi tugas Kejagung jangan berhenti pada penetapan empat orang sebagai tersangka. Ini tidak mungkin kemudian Dirjen itu bicara, mengambil kebijakan tanpa ada pengetahuan yang ada di atasnya, atau dia berdiri sendiri. Jadi Kejagung sudah terlanjut melangkah, jangan ragu untuk mengungkap ini secara terang-benderang. Saya berkeyakinan, ini nggak berdiri sendiri, pasti ada orang di belakangnya,” paparnya.

PAN: Wacana Penundaan Pemilu Tutup Buku

Dari pihak lain, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga mengaku dirinya tidak pernah mengetahui informasi kasus dugaan korupsi migor untuk mengongkosi wacana penundaan pemilu. Viva menegaskan dirinya tidak pernah mendengar informasi yang mengatakan hal itu.

“He he he, kok penundaan pemilu? Saya tidak pernah dengar dan tidak pernah tahu soal itu,” kata Viva, Minggu (24/4/2022).

Viva menuturkan wacana penundaan pemilu sudah tutup buku. Presiden Joko Widodo (Jokowi), lanjut dia, sudah memastikan pemilu akan digelar pada 2024 mendatang.

“Soal wacana penundaan pemilu sudah tutup buku. Pak Presiden Jokowi sudah menjelaskan secara terang benderang dan jelas, bahwa pemilu dilaksanakan 14 Februari 2024 dan pilkada di bulan November 2024,” tegasnya.

Masinton Dapat Info Korupsi Migor Ongkosi Penundaan Pemilu

Sebelumnya, politikus PDIP Masinton Pasaribu mengaku mendapatkan informasi kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah adalah bagian dari fundraising atau urun dana. Urun dana ini, kata Masinton, untuk mengongkosi wacana penundaan pemilu 2024.

“Ya, saya ada informasi menyampaikan ke saya bahwa dia memberikan sinyalemen ya, menduga bahwa sebagian dari kelangkaan minyak goreng dan kemudian harganya dibikin mahal dan mereka mengekspor karena kebutuhan fundraising, untuk memelihara dan menunda pemilu itu,” papar Masinton, Sabtu (23/4/2022).

Masinton kemudian mengungkit deklarasi perpanjangan masa jabatan presiden yang disuarakan sejumlah petani plasma. Hal itu, menurut dia, menjadi salah satu sinyalemen yang mengindikasikan kasus korupsi migor diduga untuk membiayai penundaan pemilu 2024.

“Kemudian ada deklarasi-deklarasi untuk perpanjangan masa jabatan presiden dari petani-petani plasma binaan korporasi besar. Begron itu tadi dalami saja. Ya, kalau saya sih mendengar ada sinyalemen ke sana. Saya cek-cek juga ya ada indikasi itu. Jadi, sinyalemen kelangkaan minyak goreng kemudian harga-harga yang mahal ya ini dimanfaatkan betul,” jelas politikus PDIP itu.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top