News

KPK Tahan Nurhadi dan Menantunya Terkait Dugaan Suap

KPK Tahan Nurhadi dan Menantunya Terkait Dugaan Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar jumpa pers terkait penangkapan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, terkait dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. Keduanya resmi ditahan dalam kasus gratifikasi di MA.

Kedua tersangka sempat dipamerkan oleh KPK dengan mengenakan rompi orange tahanan KPK. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan kronologis penangkapan Nurhadi dan menantunya. Menurut dia, keduanya ditangkap di rumahnya kawasan Simprug, Kebayoran Lama, Jaksel.

“Pada Senin tanggal 1 Juni 2020 Tim KPK menahan tersangka NHD dan RHE setelah dilakukan pemeriksaan penyidik KPK 2 orang tersangka sebagai pengembangan tersangka suap gratifikasi kasus suap MA tahun 2011-2019 selama 20 hari terhitung 2 juni 2020 sampai 21 juni 2020 masing2 di tahanan Rutan KPK C1,” ucapnya dalam jumpa pers secara virtual.

Nurhadi dan Rezky Herbiyono ditangkap oleh tim penyidik pimpinan Novel Baswedan, di salah satu rumah daerah Simprug, Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Senin, 1 Juni 2020, malam. Keduanya ditangkap setelah buron selama hampir empat bulan.

Selain itu, tim juga mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida, malam tadi. Tin Zuraida turut diamankan karena sempat mangkir alias tidak hadir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Tim juga turut menggeledah rumah yang diduga jadi tempat persembunyian Nurhadi dan mengamankan sejumlah barang bukti.

KPK sendiri telah menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp33,1 miliar.

Adapun terkait gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Hal itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian. 

To Top