News

Kriminalitas Naik 10%, Polda Metro Siapkan Tim Khusus Anti Begal dan Preman

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, Kriminal meningkat

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat wabah Virus Corona (Covid-19) berdampak luas terhadap perekonomian termasuk tingkat kriminalitas di masyarakat.

Banyak warga masyarakat kehilangan mata pencaharian lantaran tidak lagi bekerja sehingga gelap mata melakukan aksi kriminalitas demi kelangsungan hidup keluarganya. Kondisi tersebut juga diperparah dengan kebijakan pemerintah yang memberikan kebebasan kepada ribuan nara pidana (napi) lewat asimilasi.

Di beberapa titik aksi kejahatan pencurian dengan pemberatan (Curat) dan, pencurian dengan kekerasan (Curas) terjadi dari napi asimilasi yang baru dibebaskan. Seperti yang dilakukan napi asimilasi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan Bekasi Kabupaten.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan secara umum situasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya (PMJ) relatif kondusif, meski demikian dalam sebulan terakhir terjadi peningkatan kejahatan dari periode tahun lalu. Hasil analisa evaluasi meningkat 10 persen terhadap kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian motor (Curanmor) dan Narkotika, Psikotropika dan Obat terlarang (Narkoba).

“Kasus pencurian dan kekerasan banyak terjadi di Minimarket. Di PMJ ada 17 kasus dan 17 kasus perkara di wilayah Polda Metro Jaya. Rata-rata peningkatan kejahatan 70-80 persen adalah berbagai kasus dengan latar belakang motif ekonomi dan berkat kesigapan anggota kami baik dari pencegahan dan tindakan,” kata Irjen Nana.

Polda Metro Jaya mencatat selama bulan April 2020, tercatat ada 513 kasus Narkoba, Curat, Curas, dan Anirat yang diungkap polisi. Dengan rincian Narkoba 168 kasus, Curat 167 kasus, Curanmor 75 kasus, Anirat 45 kasus, dan Curas 26 kasus.

Tim Khusus Anti Begal & Preman

kriminalitas

Polda Metro Jaya sudah memetakan dan mengantisipasi aksi kejahatan jalanan dengan membentuk Tim khusus dibawah kendali Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, melibatkan jajaran polres dan polsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Pemetaan dilakukan diantaranya wilayah rentan kejahatan di seluruh Jakarta dan sekitarnya. Seperti data informasi, riwayat kejahatan, waktu kejadian, hingga modus. 

Dari hasil pemetaan itu kemudian dilakukan pengamatan dan penjagaan di lokasi rentan dan rawan kejahatan. Hal ini untuk mengantisipasi tindak kejahatan berupa, perampokan, pencurian dengan pemberatan serta street crime atau kejahatan jalanan lain.

“Tim khusus juga termasuk patroli di tempat dan rawan kejahatan serta tindak kejahatan dominan yang terjadi sekarang ini di masa pandemi virus corona. Kemudian patroli skala besar intensif kita lakukan ke tempat-tempat yang biasa terjadi kejahatan, khususnya curat,” ujarnya.

Untuk memgantisipasi meningkatnya kejahatan maka Polda sudah membentuk tim Satgas anti begal dan pencurian yang akan mendukung sistem keamanan masyarakat. Diingatkan juga, Polda sudah memanfaatkan Intel dan Binmas.

 “Kami dari Polda sampai Polres dan tim ini, kita sudah bentuk, dalam hal ini kami rutin melanjutkan dari fungsi Shabara, Brimob dan Binmas,” tandasnya.

Nana juga berpesan kepada masyarakat, diharapkan menjadi polisi bagi diri sendiri ditingkatan wilayahnya masing-masing.

 “Bangun kembali partisipasi masyarakat dengan meningkatkan Sistwm Keamanan Lingkungan (Siskamling).

Sementara itu, Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto menegaskan akan melakukan tindakan tegas terukur bagi pelaku tindak kriminal yang melakukan aksi curat dan curas di tengah wabah Covid-19. Tim Khusus Anti Begal dan Preman Polda Metro Jaya yang dibentuk akan langsung bertindak cepat turun ke lapangan mengantisipasi kejahatan di masa pandemi Covid-19.

“Kami sudah lakukan pemetaan jaringan pelaku curat dan curas di wilayah hukum Polda Metro. Tim Tekab dan tim tindak akan membongkar jaringan ini, dan siap melakukan tindakan tegas dan terukur kepada mereka,” kata Suyudi

Karena itu, ia mengingatkan agar jaringan pelaku curat dan curas tidak mencoba-coba beraksi, jika tidak ingin ditindak tegas polisi. “Setiap malam setiap hari kami melakukan upaya pemantauan wilayah, baik yang dilakukan Tim Motor Reserse, Tim Tekab, dan Tim Tindak masing-masing polres jajaran,” terang Suyudi. 

Untuk mengantisipasi aksi kejahatan yang mengancam masyarakat, pihaknya bersama Polres Jajaran membuka Nomor Hotline Pengaduan Masyarakat.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top