News

KTT G20 Indonesia Bakal Memanas, Putin Berencana Hadir di Bali

KTT G20 Indonesia Bakal Memanas, Putin Berencana Hadir di Bali

Presiden Rusia Vladimir Putin berencana menghadiri KTT G20 Indonesia di Bali. Ini disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk RI, Lyudmila Vorobieva.

Pemimpin berusia 69 tahun itu bakal hadir di KTT G20, akhir 2022 mendatang. Sebelumnya, muncul usulan agar Rusia dikeluarkan dari forum tersebut karena serangan ke Ukraina.

"Sejauh ini dia (Putin) mau datang ke KTT G20. Tapi tergantung pada situasi," ujarnya saat konferensi pers Rabu (23/3/2022) sore WIB.

Dia juga menyampaikan Rusia mendukung presidensi Indonesia. terlebih, tegasnya, RI menjadi presidensi G20 bukan untuk membicarakan Rusia-Ukraina, melainkan untuk masalah lain seperti ekonomi global.

Puncak KTT G20 Indonesia bakal digelar pada 30-31 Oktober 2022. Para pemimpin negara-negara peserta memang direncanakan hadir.

Lihat Juga: Tok! Jokowi Resmi Terima Presidensi G20

Pada acara ini, Indonesia membawa tema “Recover Together, Recover Stronger”. Lewat tajuk tersebut, RI berharap dapat mengajak dunia untuk bekerja sama, saling memberikan dukungan dalam pemulihan ekonomi.

Sebelumnya dorongan Rusia dikeluarkan dari G20 muncul, namun China menolaknya. Negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu menolak wacana mengeluarkan Rusia dikeluarkan dari G20. China mengatakan tak ada anggota G20 yang mempunyai hak mengusir negara peserta lainnya.

PM Australia Prihatin Putin Akan Hadir di KTT G20 Indonesia

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, Kamis (24/3/2022) menuturkan, sudah menyampaikan keprihatinan terkait rencana kedatangan Presiden Vladimir Putin di KTT G20 Indonesia. Kehadiran Putin itu pun mungkin akan mendapat beragam tanggapan dari berbagai pihak.

"Gagasan untuk duduk satu meja dengan Vladimir Putin, yang Amerika Serikat sudah dalam posisi menyerukan (untuk) kejahatan perang di Ukraina, bagi saya adalah langkah yang terlalu jauh," ujar Morrison.

Lihat Juga: Diemban Indonesia, Apa Sih Presidensi G20?

Sebelumnya, Lyudmila Vorobieva juga menolak usulan dan beberapa anggota G-20 bahwa Rusia dilarang hadir di pertemuan kelompok itu.

Amerika Serikat (AS) beserta sekutunya juga tengah mempertimbangkan apakah Rusia harus tetap berada di forum ekonomi utama pasca serangan ke Ukraina. Namun, tiap keputusan untuk mengucilkan Negara Beruang Merah mungkin bakal diveto oleh negara lain dalam forum tersebut.

Ketika ditanya mengenai saran Rusia bisa dikeluarkan dari G-20, Vorobieva menyebut, itu merupakan forum untuk masalah ekonomi dan bukanlah krisis seperti Rusia.

"Tentu saja pengusiran Rusia dari forum semacam ini tidak akan membantu menyelesaikan masalah ekonomi ini. Sebaliknya, tanpa Rusia akan sulit untuk melakukannya," katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top