News

Kunjungan Kerja Jokowi, Apple akan Buka Pabrik Riset di Indonesia

Portal Berita

Seperti yang kita ketahui, Timah merupakan salah satu komponen utama dalam smartphone. Timah biasanya digunakan sebagai perekat semua resistor, transistor dan seluruh rangkaian utama. Sampai saat ini timah memang belum bisa tergantikan karena karakternya yang kuat, ringan bahkan tahan karat. Perak dan tembaga juga merupakan komponen penting dalam smartphone, hanya saja persentasenya tidak melebihi lima persen dalam setiap smartphone.

 

Beruntungnya, Indonesia dengan kegiatan produksi di Bangka Belitung, menjadi eksportir timah terbesar di dunia, mengingat produksi timah yang dihasilkan Pulau Bangka mencapai 6000 ton setiap tahunnya. Maka, wajar bila Pulau Bangka Belitung menjadi buruan produsen otomotif maupun elektronik.

 

Salah satu produsen elektronik yang langganan memburu timah di Pulau Bangka, adalah Apple. Memang, sudah lama Apple memakai timah Pulau Bangka dengan bantuan jasa pihak ketiga. Diketahui, Apple bekerja sama dengan pemasok timah Electronic Industry Citizenship Coalition (EICC). Sayang, belakangan ini diduga timah yang didapat diambil secara ilegal. Pada akhirnya, kini, Apple seolah kapok memakai jasa pihak ketiga dan kini ingin mendapatkan timah Pulau Bangka langsung dari sumbernya.

 

“Apple akan berinvestasi dalam industri timah Bangka Belitung. Sekarang, mereka ingin mendapat timah tanpa jasa pihak ketiga, melainkan ingin mengambil langsung dari sumbernya,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan.

 

Apple melihat pasar di Indonesia cukup baik, karena itu mereka akan mendirikan pabrik di Indonesia tetapi belum dibahas lebih lanjut. Perusahaan Apple hanya mengatakan bahwa mereka berencana membangun pusat riset dan pengembangan (R&P) di Indonesia. Hal ini tentu tidak lepas dari usaha Regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diusung Kementerian Komunikasi dan Informatika dibantu Kementerian lain.

 

Menindak lebih lanjut, Presiden Joko Widodo akan menemui petinggi Apple dan perusahaan teknologi lainnya dalam kunjungan lima hari kerja ke Amerika Serikat, yakni ke San Fransisco dan Washington DC, yang akan dimulai pada 25 Oktober 2015 mendatang.
Presiden Jokowi dijadwalkan akan makan malam bersama CEO Apple, Tim Cook, untuk membahas investasi di indtrustri timah Indonesia demi memastikan jenis logam yang dipakai iPhone maupun produk Apple lainnya.
Kunjungan Presiden Jokowi ke Amerika Serikat tentunya dengan tidak melupakan agenda utamanya untuk menemui pejabat tinggi Amerika Serikat untuk membicarakan kelanjutan kontrak tambang emas Freeport, setelah pertemuan tertutup direktur American Chamber of Commerce, Lin Neumann dengan para menteri di Indonesia.

 

“Kami melihat perubahan positif pemerintah Inonesia terhadap lingkungkan investasi yang lebih terbuka,” kata Lin Neumann saat itu.

 

Tujuan utama kunjungan kerja ini memang untuk mencari investasi dengan menitik beratkan pertambangan dan internet berkelanjutan. Kunjungan kerja lima hari Presiden Jokowi ini, akan menjadi pertama kalinya kunjungan Jokowi ke Amerika Serikat.
1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top