News

Lagi, Penembakan Di California Tewaskan 4 Orang

Lagi, Penembakan Di California Tewaskan 4 Orang

This post is also available in: English

Penembakan massal kembali terulang di Amerika Serikat. Kali ini penembakan di California menewaskan empat orang, termasuk satu anak-anak. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (13/3) malam waktu setempat di salah satu gedung perkantoran.

Seperti dilansir kantor media AFP, Kamis (1/4/2021), polisi mengatakan pelaku ditembak oleh seorang polisi dan dibawa menuju rumah sakit. Hingga kini kondisi dan motif penembakan di California Selatan itu masih belum di ketahui.

Polisi juga tidak menginformasikan lebih lanjut terkait para korban, namun mengatakan bahwa ada seorang korban lainnya yang dirawat di rumah sakit. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 waktu setempat di lantai atas salah satu gedung di kota Orange. Los Angeles Times melaporkan tersangka dan polisi sempat terlibat dalam baku tembak.

“Situasi sudah stabil dan tak ada ancaman bagi publik,” kata Departemen Kepolisian Kota Orange dalam postingannya di halaman Facebook.

Gubernur California Gavin Newsom juga ikut memposting di akun Twitter.

“Mengerikan dan menyedihkan. Hati kami bersama keluarga yang terdampak peristiwa mengerikan malam ini,” cuitnya dalam akun Twitter.

Penembakan di California ini terjadi setelah sebelumnya juga ada dua penembakan massal lainnya pada bulan Maret 2021 kemarin. Hal tersebut memicu perdebatan baru soal langkah-langkah pengendalian senjata api di AS.

Sebelumnya, sepuluh orang tewas dalam peristiwa penembakan di salah satu supermarket di Boulder, Colorado. Pelaku berusia 21 tahun bernama Ahmad Al Aliwi Alissa menembak secara brutal di supermarket King Soopers pada Senin (22/3/2021).Alissa menyerahkan diri kepada pihak kepolisian setelah mengalami luka-luka akibat baku tembak dengan aparat setempat.

Lihat Juga: Anti-Asia Kembali Merebak Di Amerika, Ini Penyebabnya

Michael Dougherty, Jaksa distrik Boulder Country, dan Maris Herold, Kepala Kepolisian Boulder, mengatakan pihaknya masih mendalami motif penembakan massal yang dilakukan Alissa itu.

“Seperti warga lainnya, kamu ingin tahu alasannya. Kenapa di King Soopers, kenapa di Boulder, kenapa hari Senin. Dan sayangnya, kami belum mempunyai jawaban untuk itu,” kata Herold dalam konferensi pers.

Tragedi tersebut terjadi kurang dari satu minggu setelah peritiwa penembakan oleh seorang pria di tempat SPA. Sebanyak delapan orang, termasuk enam orang keturunan Asia menjadi korban atas penembakan yang dilakukan oleh seorang pria di sejumlah panti pijat di Atlanta, Georgia. Penembakan di California menambah daftar panjang atas penembakan massal di Amerika Serikat saat ini.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top