News

Logo Halal Baru Mirip Gunungan Wayang, Ternyata Ini Filosofinya

Logo Halal Baru Mirip Gunungan Wayang, Ternyata Ini Filosofinya

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) merilis logo halal baru yang terlihat mirip dengan wayang. Logo baru tersebut menggantikan logo sebelumnya yang diberikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penetapan logo baru ini didasari oleh Keputusan Kepala BPJPH No 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal.

Surat keputusan ditetapkan pada 10 Februari 2022 di Jakarta serta ditandatangani kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham dan mulai berlaku 1 Maret 2022.

Logo baru ini mempunyai bentuk gunungan dan motif surjan. Kemenag mengatakan bentuk dan corak seperti artefak budaya dengan ciri unik yang khas dan memiliki karakter kuat untuk mencerminkan halal Indonesia.

“Bentuk Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk gunungan dan motif surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia,” ujar Aqil Irham melalui keterangan tertulis, Minggu (13/3).

Logo halal baru berbentuk gunung tersebut memuat kaligrafi huruf Arab yang meliputi Ha, Lam Alif dan Lam dalam sebuah rangkaian yang membentuk kata Halal.

Aqil mengatakan bentuk gunungan wayang memiliki filosofi, yaitu menggambarkan bahwa semakin tinggi ilmu dan tua usia, maka manusia harus makin dekat dengan yang Maha Kuasa.

Lihat Juga: Disebut Haram, Ini Loh Sejarah Wayang di Indonesia

Sementara itu, motif surjan bermakna cukup mendalam. Yakni pada bagian baju surjan mempunyai kancing tiga pasang (enam biji kancing) yang semuanya menggambarkan rukun iman. Selain itu, lanjut Aqil, motif surjan yang sejajar memiliki makna sebagai pemberi batasan yang jelas.

Ketua Umum MUI Kritik Keras Logo Halal Baru

Label halal baru itu menuai kritik keras dari Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. Dia menilai logo itu lebih mengutamakan artistik ketimbang menonjolkan kata halal dalam huruf Arab.

Anwar juga menyayangkan diksi MUI telah dihapus dalam logo baru tersebut. ia menceritakan pada tahap awal pembentukan logo baru, terdapat tiga hal yang ingin diperlihatkan, yakni BPJPH, MUI dan halal. Menurutnya, pemerintah tidak bisa memperlihatkan sisi kearifan lokal Indonesia di balik logo baru halal tersebut.

“Karena yang namanya budaya bangsa itu bukan hanya budaya Jawa, sehingga kehadiran dari logo tersebut menurut saya menjadi terkesan tidak arif,” kata Anwar Abbas.

Lihat Juga: Heboh Tagar Bubarkan MUI, Jubir Wapres Bersuara

Sekedar informasi, MUI sebelumnya berwenang dalam sertifikasi halal. Logo halal yang digunakan di Indonesia pun merupakan kewenangan MUI.

Semenjak UU tentang Jaminan produk Halal diterbitkan, sertifikasi halal sudah berpindah dari MUI ke BPJPH Kemenag. Tetapi, Anwar menekankan proses penyusunan fatwa terkait kehalalan produk di UU tersebut masih jadi tanggung jawab MUI.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top