News

LSI Denny JA: Puan Nyapres, Risikonya Kalah!

LSI Denny JA: Puan Nyapres, Risikonya Kalah!

Peneliti senior LSI Denny JA Adjie Alfaraby membeberkan analisis politiknya terkait kemungkinan yang terjadi jika Puan Maharani maju sebagai calon presiden 2024 dari PDIP. Adjie menyebut Puan kemungkinan kalah dari pasangan lain.

Hal ini dikarenakan elektabilitas Puan saat ini, versi LSI Denny JA, hanya sebesar 2 persen. Kalah jauh jika dibandingkan dengan tokoh lainnya seperti Prabowo Subianto yang sebesar 23,5 persen.

“Kalau kemudian PDIP dan ibu Megawati sebagai queen maker menetapkan mbak Puan sebagai calon presiden PDID di 2024, maka risikonya adalah ada poteni capres PDIP akan dikalahkan oleh capres yang lain,” kata Adjie, Kamis (17/6/2021).

Kendati begitu, Adjie mengatakan Puan memiliki popularitas yang cukup tinggi. Oleh karenanya, Ketua DPR RI itu masih berpotensi mendapatkan elektabilitas yang tinggi sebelum gelaran Pilpres 2024.

“Mbak Puan masih punya potensi untuk menaikkan elektabilitasnya karena popularitasnya masih di angka 61 persen,” terangnya.

Adjie menegaskan Puan masih berpeluang menjadi kandidat capres yang kuat dari PDIP namun dengan syarat. Syarat yang dimaksud adalah elektabilitas Puan harus melebihi angka 25 persen pada satu tahun sebelum gelaran Pilpres 2024.

“Namun kami memberikan disclaimer bahwa hal ini bisa berubah kalau H-1 tahun atau menjelang (Pilpres 2024), kita bisa hitung kurang lebih bulan-bulan Januari atau Februari 2023, kalau kemudian elektabilitas Puan Maharani di atas 25 persen,” papar Adjie.

“Kondisinya bisa berubah. Artinya, mbak Puan punya peluang untuk menjadi capres yang kuat yang diusung PDIP,” sambungnya.

Bagaimana Jika PDIP Usung Ganjar Pranowo?

Masih menurut analisis politik peneliti senior LSI Denny JA Adjie Alfaraby. Dia menyebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas tertinggi dari kader PDIP. Tentunya, elektabilitas Ganjar yang sebesar 15,5 persen mengalahkan elektabilitas Puan Maharani.

“Kalau kemudian Megawati memilih Ganjar Pranowo (untuk capres 2024), kalau kita lihat secara potensi memang Ganjar memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan mbak Puan,” kata Adjie.

Adjie kemudian berbicara soal ‘situasi’ PDIP jika Ganjar memenangkan Pilpres 2024. Dia mengatakan mungkin saja Gubernur Jawa Tengah itu menjadi Ketua Umum PDIP selanjutnya menggantikan Megawati Soekarnoputri.

“Maka yang pertama menjadi PR adalah potensi Ganjar menjadi Ketua Umum PDIP berikutnya. Karena, kita tahu Ganjar bukan baru di PDIP. Beda sama Jokowi di 2014, memang bisa dibilang kader PDIP, tapi bukan orang struktural PDIP sendiri,” papar dia.

Peneliti senior LSI Denny JA itu menekankan Ganjar berpotensi menjadi Ketua Umum PDIP berikutnya. Namun, dia menegakan hal itu hanya potensi yang mungkin saja meleset atau tidak akan pernah terjadi.

“Sehingga memang, potensi Ganjar menjadi Ketua Umum PDIP berikutnya besar. Walau ini kita sebut ini sebagai potensi ya, terlepas bagaimana dinamika di internal PDIP itu akan masih menjadi PR PDIP sendiri,” imbuhnya.

Andjie pun mempertanyakan apakah Megawati ‘rela’ memberikan trah Soekarno kepada orang yang di luar keluarganya.

“Apakah rela atau bersedia ibu Mega atau Puan memberikan atau trah Soekarno-nya hilang dan digantikan oleh tokoh lain di luar trah Bung Karno?” tanya petinggi LSI Denny JA itu.

Diketahui, LSI Denny JA baru saja merilis hasil survei terkait elektabilitas tokoh yang berpotensi menjadi calon presiden 2024. LSI Denny JA memaparkan Prabowo Subianto berada di posisi teratas dengan elektabilitas 23,5 persen, disusul oleh Ganjar Pranowo 15,5 persen dan Anies Baswedan 13,8 persen. Sementara itu, Puan Maharani hanya mendapatkan elektabilitas 2 persen.

To Top