News

Luhut Ingatkan Seluruh Rakyat Indonesia: Jangan Jemawa!

Luhut Ingatkan Seluruh Rakyat Indonesia: Jangan Jemawa!

Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan seluruh rakyat Indonesia agar tidak jemawa menghadapi pandemi Covid-19. Mulanya, Luhut memaparkan data penurunan kasus positif Covid-19 yang mencapai 59,6 persen.

“Dari data yang didapat, penurunan telah terjadi hingga 59,6 persen dari puncak kasus di tanggal 15 Juli 2021 lalu,” kata Luhut, Senin (9/8/2021).

Lebih lanjut, Luhut juga menyebutkan kasus kematian akibat Covid-19 juga mengalami penurunan. Kendati begitu, dia mengakui masih ada sejumlah daerah yang kasus kematian Covid-19-nya mengalami fluktuatif.

“Selain jumlah kasus, laju jumlah kematian semakin menurun. Meski kondisinya masih fluktutif di beberapa provinsi. Kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi kematian sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian,” terang dia.

Luhut mengatakan saat ini ada dua daerah yang memiliki angka kasus Covid-19 yang tinggi, yakni Malang Raya dan Bali. Oleh karenanya, dia menegaskan pihaknya akan ‘turun gunung’ untuk menurunkan kasus Covid-19 di kedua daerah itu.

“Masih ada masalah di Malang Raya dan juga di Bali. Untuk itu, pemerintah akan mengintervensi dua wilayah ini untuk menurunkan laju penambahan kasus,” tuturnya.

Luhut Minta Semuanya Tak Jemawa

Menko Kemaritiman dan Investasi itu kemudian mengingatkan seluruh rakyat Indonesia tidak jemawa dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dia menegaskan pandemi saat ini ‘masih jauh’ dari kata selesai.

“Saya ingin ingatkan teman-teman semua. Kita semua rakyat Indonesia super hati-hati menghadapi ini. Kita tidak perlu jemawa bahwa ini sudah selesai. (Ini) masih jauh dari selesai,” tegas Luhut.

Luhut lantas membeberkan hasil studi dari para pakar. Sebagian besar dari mereka, kata Luhut, menyatakan bahwa pandemi akan terus berlangsung sampai beberapa tahun ke depan. Oleh karenanya, gaya hidup masyarakat juga harus berubah.

“Tadi hasil studi para pakar-pakar, ahli dunia, 70 persen mereka mengatakan ini kasus masih (Covid-19) akan terus (berlangsung) beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, gaya hidup kita pasti akan berubah. Cara hidup kita harus berubah dan kita harus bersama-sama menyesuaikan dengan cara baru ini,” sambungnya.

Koordinator PPKM itu juga mengingatkan ke depannya kemungkinan hidup akan menjadi serba digital. Hal ini tidak terlepas dari dampak pandemi yang menuntut masyarakat tidak melakukan kontak fisik.

Luhut lalu meminta masyarakat mengambil hikmah dari pandemi yang tak berkesudahan ini.

“Kita ke depan mungkin akan hidup seperti ini, di mana semua akan makin banyak digitalize. Jadi, kita akan banyak mengandalkan kartu vaksinasi atau cue card, masker, cuci tangan dan seterusnya. Jadi, semua pembayaran juga orang akan kurangi dengan cash, lanjut juga mungkin handphone. In saya kira ambil saja hikmahnya,” ungkap Luhut.

Masyarakat Bakal Pakai Masker Bertahun-tahun?

Menyambung hasil studi dari para pakar di atas, Luhut mengatakan kemungkinan masyarakat akan hidup dengan menggunakan masker selama beberapa tahun ke depan. Oleh karenanya, dia mengingatkan masyarakat untuk membudayakan pakai masker.

“Kami imbau pada kesempatan ini supaya seluruh masyarakat membudayakan untuk memakai masker. Ini karena kita mungkin akan hidup dalam bertahun-tahun ke depan dengan masker ini,” papar Luhut.

Dia mengatakan masker adalah salah satu alat yang mampu mencegah penularan Covid-19, termasuk varian Delta. Di samping vaksinasi juga dibutuhkan (juga) untuk pencegahan penularan Covid-19.

“Karena ini (masker) salah satu alat, di samping vaksin, untuk mencegah penularan varian Delta,” terang dia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top