News

M Nazaruddin Dituding Jadi Juru Bayar, Ini Kata Kubu KLB Demokrat

M Nazaruddin Dituding Jadi Juru Bayar, Ini Kata Kubu KLB Demokrat

M Nazaruddin dituding menjadi juru bayar untuk menyukseskan acara kongres luar biasa (KLB) Demokrat di Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Salah satu penggagas KLB Demokrat, Hencky Luntungan membantah tudingan itu.

Dia menegaskan Nazaruddin memiliki niat baik untuk menyumbang uang demi menyukseskan KLB Demokrat.

“Loh Nazaruddin bukan juru bayar. Kalau dia (Nazaruddin) mau membantu dengan ketulusan, kenapa tidak? Ini orang baik kok. Orang mau nyumbang kok jadi salah. Kita jangan memberi dengan kiri, kanan tahu, tidak baik! Biarlah memberi, sampai di-blow up, sampai jadi begitu, yang monggo saja. Itu kan karena kepanikan,” kata Hencky, Rabu (10/3/2021).

Hencky kemudian menegaskan terselenggaranya acara KLB Demokrat merupakan buah hasil dari dana patungan. Peserta KLB, kata dia, merogoh koceknya sendiri untuk menyukseskan acara.

“Dana di sana adalah dana patungan. Saya sebagai saksi. Saya hadir di sana, kita bayar sendiri,” sambung dia.

Di samping itu, Hencky juga membantah adanya tudingan iming-iming uang Rp 100 juta per orang untuk menghadiri KLB Demokrat. Dia menegaskan pihaknya tidak ada yang membujuk para kader Partai Demokrat dengan iming-iming imbalan uang berjumlah besar.

“Saya sudah jawab di beberapa media sosial. Jauh sebelum berangkat ke Deli Serdang, ada isu bahwa dibujuk Rp 100 juta. Maka teman-teman di DPP ini mem-blow up bahwa kita akan bayar Rp 100 juta per orang. Lalu ketika terjadi KLB semua hadir,” terang Hencky.

“Dan sebelum mereka hadir kan sudah saya bantah 1 minggu sebelumnya bahwa tidak ada Rp 100 juta itu,” sambung dia.

M Nazaruddin Dituding Jadi Juru Bayar KLB

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua DPC Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Partai Demokrat, Gerald Piter Runtuthomas mengaku dirinya mengikuti acara KLB Demokrat di Sumatera Utara. Gerald mengatakan dirinya diming-imingi uang Rp 100 juta untuk mengikuti acara tersebut.

“Saya ikut karena diiming-imingi uang besar Rp 100 juta. Yang pertama, kalau sudah datang di lokasi akan mendapatkan 25 persen dari Rp 100 juta, yaitu Rp 25 juta. Selesai KLB akan mendapatkan sisanya Rp 75 juta. Tapi nyatanya, kita cuma dapat Rp 5 juta,” ucap Gerald.

Lebih lanjut, Gerald juga menceritakan ada peserta KLB Demokrat memiliki nasib yang sama dengan dirinya. Dia menyebut peserta itu memberontak lantaran hanya mendapatkan uang Rp 5 juta, namun kemudian Nazaruddin menambahkan ‘pesangon’ untuknya.

“Saya hanya mendapatkan Rp 5 juta dari hasil KLB. Kami memberontak karena tidak sesuai harapan. Tiba-tiba dipanggil dan ditambahi uang sama bapak M Nazaruddin,” terang Gerald, Rabu (10/3/2021).

Eks kader Partai Demokrat itu kemudian menceritakan asal dari sejumlah peserta KLB yang memberontak karena mendapatkan pesangon yang tidak sesuai dengan iming-iming. Yang pertama, kata dia, peserta dari Maluku.

“Yang pertama dari daerah Maluku berontak karena tidak sesuai harapan. Tidak sesuai iming-iming, tidak sesuai janji dengan terlaksananya KLB akan mendapatkan uang sekian. Pada akhirnya hanya mendapatkan Rp 5 juta,” tutur dia.

Lebih lanjut, peserta KLB Demokrat asal Papua dan Sulawesi juga dikatakannya melakukan pemberontakan lantaran mendapatkan nasib yang sama. Namun, kata Gerald, Nazaruddin lagi-lagi menyodorkan uang tambahan untuk mereka dan dirinya.

“Yang kedua dari Papua. Mereka melakukan lagi pemberontakan. Tiba-tiba diamankan juga sama pak Nazaruddin. Begitu juga daerah-daerah lain. Yang terakhir itu dari Sulawesi Utara, salah satunya saya,” lanjutnya.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top