News

Makin Membara, PM Israel Ancam Tambah Serangan Ke Gaza, Palestina

Makin Membara, PM Israel Ancam Tambah Serangan Ke Gaza, Palestina

Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel meperingatakan Hamas setelah 2 perempuan Israel menjadi korban serangan roket. Benjamin mengancam akan menambah serangannya ke Gaza, Palestina.

“Mulai kemarin, tentara (Israel) sudah melakukan ratusan serangan kepada Hamas di Gaza dan kami bakal lebih meningkatkan kekuatan serangan kami,” tutur Netanyahu dalam sebuah video dilansir dari AFP, Selasa (11/5/2021).

Perdana Menteri Israel itu mengaku akan menghabisi Hamas, selain itu ia juga berduka untuk 2 warganya yang tewas.

Lihat Juga: Israel Balas Dengan Serangan Udara Ke Jalur Gaza

“Kami menyesalkan kematian 2 perempuan Israel dan saya minta anda untuk menghormati instruksi keamanan,” ujarnya.

Sementara itu, militer Israel terus melakukan serangan udara ke Gaza. Berdasarkan klaim otoritas Israel 26 orang tewas, termasuk di antaranya 9 anak-anak.

“Kami sudah menghabisi komandan, memenuhi banyak sasaran penting dan kami sudah memutuskan untuk menyerang lebih keras dan menaikkan kecepatan serangan,” ucap Benjamin Netanyahu.

Lihat Juga: Kemenlu RI Bantah Kabar Indonesia Akan Jalin Hubungan Dengan Israel

Sebelumnya telah diberitakan, gempuran roket yang diluncurkan oleh Hamas ke Israel mengakibatkan dua orang perempuan meninggal dunia. Sementara sebanyak 70 orang lainnya luka-luka.

Hazem Qassem, juru bicara Hamas bersumpah bakal membuat Kota Ashdod dan kota Ashkelon di Israel berubah jadi ‘neraka’. Ia juga berjanji pihaknya akan rutin menembakkan roket menuju Israel. Qassem mengklaim setidaknya 137 roket yang diluncurkan dalam 5 menit kearah Kota Ashdod dan Ashkelon.

Dipicu Bentrokan Antara Polisi Israel Dan Warga Gaza, Palestina

Sebelumnya, perang ini dipicu oleh bentrokan berdarah antara warga Palestina yang berada di Masjid Al-Aqsa dan polisi Israel. Sedikitnya, 178 orang Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem pada Jumat (7/5/2021) malam waktu setempat. Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut untuk membalas serangan dari warga Gaza, Palestina yang melemparinya dengan batu.

Lihat Juga: Israel Serang Jalur Gaza, dua Bocah Palestina Tewas Saat sedang Tidur

Terkait hal ini, Amnesty International menyebut bahwa Israel menggunakan kekerasan dan kekuatan sembrono kepada demonstran Palestina yang damai dalam bentrokan tersebut. Melansir dari AFP, Selasa (11/5/2021) Israel ‘ngeyel’ membela langkah yang diambil pasukan keamanannya dengan mengatakan mereka merespons para perusuh Palestina dengan cara yang tepat.

Namun, Amnesty International yang berbasis di Inggris ini mengatakan langkah-langkah yang dilakukan Israel tidak proporsional serta melanggar hukum.

To Top