News

Manuver Raja Charles III Usai Pemakaman Ratu Elizabeth 2 Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala

Raja Charles III

Putra Ratu Elizabeth II ini menjadi buah bibir di masyarakat dan berbagai media lantaran perilakunya yang dinilai menyalahi aturan Kerajaan Inggris dan kurang ramah terhadap petugas kerajaan.

Belum genap sebulan diangkat menjadi pemimpin Kerajaan Inggris, Raja Charles III sudah menuai berbagai kontroversi.

Tanah kuburan Ratu Elizabeth II ‘masih basah’, namun raja baru Inggris langsung bermanuver. Raja Charles III mulai melakukan perubahan-perubahan di lingkup istananya.

Jenazah Ratu Elizabeth II telah dimakamkan di Kapel St George, Kastil Windsor, London, Senin (19/9) malam. Jenazahnya dikebumikan dekat dengan suaminya, Pangeran Philip.

Raja Charles III hadir di pemakaman ibundanya itu, tentu saja. Bahkan banyak warga dunia juga turut menyaksikan peristiwa bersejarah ini.

Putra Ratu Elizabeth II ini menjadi buah bibir di masyarakat dan berbagai media lantaran perilakunya yang dinilai menyalahi aturan Kerajaan Inggris dan kurang ramah terhadap petugas kerajaan.

Berikut kami rangkum beberapa perilaku Raja Charles III yang bikin geleng-geleng kepala

Manuver I: Ingin copot Andrew, Harry, Beatrice

Tak selang berapa lama setelah pemakaman Ratu Elizabeth II, terdengar kabar bahwa Raja Charles III ingin mencopot Pangeran Andrew, Pangeran Harry, dan Putri Beatrice dari jabatan Penasihat Negara dalam kerajaan.

Dilansir Express.co.uk, Selasa (20/9/2022), Pangeran Andrew adalah adik Raja Charles sendiri. Pangeran Harry adalah anak paling kecil dari Raja Charles. Putri Beatrice adalah anak sulung dari Pangeran Andrew dan keponakan Raja Charles III.

Posisi Penasihat Negara dalam Kerajaan Inggris adalah posisi penting. Dua pangeran dan satu putri itu berstatus keluarga kerajaan yang tak lagi bertugas (non-working royals). Namun berkat posisi mereka sebagai Penasihat Negara, mereka adalah andalan raja dalam menjalankan tugas konstitusional bila raja jatuh sakit atau tidak sedang berada di Inggris.

Posisi itu diatur dalam UU Perwalian (Regency Act) Tahun 1937, di mana pasangan Raja dan empat anggota keluarga kerajaan yang sudah dewasa atau berusia di atas 21 tahun, dalam garis suksesi takhta, secara otomatis menjadi Penasihat yang bisa menggantikan Raja dalam tugas-tugas resminya.

Tugas resmi yang dimaksud mencakup pertemuan Privy Council, menandatangani dokumen-dokumen rutin dan menerima kredensial Duta Besar baru di Inggris.

Raja Charles ingin mengubah UU Perwalian (Regency Act) Tahun 1937 itu. Dilansir Telegraph, Charles menginginkan amandemen supaya hanya anggota keluarga kerajaan yang bertugas secara resmi saja yang bisa menjadi Penasihat Negara. Itu sama saja dengan mencopot Pangeran Andrew, Pangeran Harry, dan Putri Beatrice yang berstatus ‘non-working royals’.

Amandemen UU itu hanya bisa dilakukan oleh parlemen Inggris. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pihak menyerukan kepada Istana Buckingham untuk mengusulkan amandemen UU itu agar Pangeran Andrew dan Pangeran Harry dicopot dari peran Penasihat Negara.

Raja Charles dilaporkan akan bertindak cepat dalam mengambil langkah-langkah yang relevan untuk mengubah UU tersebut.

Jika nantinya UU itu sungguh diamandemen, maka Putri Anne dan Pangeran Edward — dua adik Raja Charles lainnya — yang diketahui masih bertugas secara resmi untuk Kerajaan Inggris (working royals), akan diangkat ke posisi Penasihat Raja.

Manuver II: Pecat 100 pekerja

Raja Charles III yang ‘baru kemarin’ menjadi raja ini langsung memecat 100 staf. Padahal selama ini, seratus staf itu bekerja untuknya.

Dilansir The Guardian, serikat pekerja layanan sipil mengkritik pemberitahuan pemecatan di masa berkabung usai Ratu Elizabeth II mangkat. Orang-orang yang kehilangan pekerjaan itu termasuk sejumlah orang yang sudah bekerja puluhan tahun.

Pemberitahuan pemecatan sangat mendadak karena muncul hanya empat hari setelah wafatnya Ratu Elizabeth II pada Kamis (8/9). Para pekerja di Clarence House, bekas kediaman resmi Charles di London ketika dia menjadi Pangeran Wales, diberitahu bahwa mereka bisa diberhentikan.

Mark Serwotka, sekretaris jenderal Serikat Layanan Umum dan Komersial (PCS), mengatakan: “Sementara beberapa perubahan di seluruh keluarga kerajaan sudah diperkirakan, ketika peran di seluruh keluarga kerajaan berubah, tapi skala dan kecepatan di mana ini telah diumumkan, tidak berperasaan secara ekstrem.”

Dia menambahkan bahwa PCS yang mewakili beberapa pekerja istana, berupaya untuk memastikan staf memiliki “keamanan kerja penuh”, dan terus mendukung staf kerajaan lainnya yang khawatir bahwa “masa depan mereka dilemparkan ke dalam kekacauan dengan pengumuman ini pada waktu yang sudah sulit ini.”

Para staf Clarence House diyakini tidak memiliki serikat pekerja yang diakui. Clarence House, yang terletak di sebelah Istana St James di pusat kota London, adalah kediaman resmi Pangeran Wales dan Duchess of Cornwall di London. Kantor Raja Charles III dan Camilla akan pindah ke Istana Buckingham setelah wafatnya Ratu Elizabeth II.

Pemberitahuan pemecatan itu menuai kecaman publik. Ahli penyakit kaki, Christhell Hobbs, 57, seorang tamu tetap di acara-acara kerajaan, mengatakan: “Saya pikir ini menyedihkan. Mereka memiliki keluarga yang harus mereka dukung.”

Raja Charles III

Perubahan Lainnya di Britania Raya

Melansir dari Metro UK, setelah Pangeran Charles, menjadi Raja Charles III maka wajah Raja baru akan muncul pada koin dan uang kertas. Namun, proses pergantian ini akan memerlukan waktu yang panjang setidaknya dalam waktu dua tahun setelahnya.

Mata uang baru nantinya akan dicetak oleh Royal Mint dan didistribusikan ke seluruh Inggris. Potret Ratu Elizabeth saat ini masih tersebar tak hanya di uang inggris namun juga tergambar di 35 mata uang negara seluruh dunia.

Kedua, lirik lagu kebangsaan God Save the Queen akan berubah menjadi God Save the King. Perubahan lirik akan dilakukan pada setiap pergantian pimpinan kerajaan yang sudah diadopsi sejak September 1745.

Selanjutnya akan ada pergantian paspor Inggris yang akan diubah dan dikeluarkan atas nama Raja Charles III, memperbarui Royal Cypher baru atau monogram yang tertera pada dokumen kerajaan dan negara.

Saat ini logo itu bertuliskan “EIIR” (untuk Elizabeth II Regina) dan akan berganti menyesuaikan Raja baru. Keempat, perubahan pada kotak pos dan cap pada kotak pos dan perangko baru mungkin akan menggunakan profil Raja baru.

Tak ketinggalan bendera yang Charles gunakan sebagai bendera pribadi baru sebagai Raja. Bendera itu juga sering digunakan saat Ratu mengunjungi negara-negara Persemakmuran.

Baca juga: Tentang Royal Vault, Pemakaman Kerajaan Inggris yang ‘Misterius’

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top