News

Megawati Dipolisikan Oleh Ulama Madura Usai Nonton Youtube

Megawati Dipolisikan Oleh Ulama Madura

Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Ia dilaporkan atas dugaan penistaan dan penghinaan terhadap golongan saat berpidato dalam HUT ke-44 pada Januari 2017 lalu. Pelaporan tersebut, dilayangkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah Mohamad Ali Salim yang tertuang dalam nomor laporan polisi LPB/1447/XI/2017/UM/JATIM tanggal 8 November 2017.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, Megawati dilaporkan atas ucapannya lantaran diduga menyudutkan suatu golongan.

“Para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya.”

“Kalimat tersebut yang menurut korban sangat menyinggung perasaan umat Islam, terlebih umat Islam di Madura,” ujar Frans saat dikonfirmasi, Rabu (8/11).

Pelapor, kata Frans, tidak mendengar secara langsung perkataan Magawati tersebut, mereka mendengar melalui tayangan video di Youtube pada Senin (6/11).

Sejauh ini, Polda Jatim masih melakukan penyelidikan atas laporan yang dilayangkan oleh ulama Jawa Timur itu. “Pelaporannya saat ini masih dalam penyelidikan,” tutur Frans.

Megawati dilaporkan dengan sangkaan melanggar pasal Pasal 156 tentang penyebaran permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, dengan ancaman pidana paling lama empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top