News

Melihat Keseharian Abu Bakar Ba’asyir di Penjara

Melihat Keseharian Abu Bakar Ba’asyir di Penjara

Hari ini (8/1/2021), mantan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir bebas murni dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Abu Bakar Ba’asyir saat ini sudah berada di kediamannya, di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pertanyaannya, seperti apa keseharian Abu Bakar Ba’asyir di penjara?

Kepala Lapas Khusus IIA Gunung Sindur Mujiarto mengungkap keseharian Abu Bakar Ba’asyir selama di penjara. Ia menyebut Abu Bakar Ba’asyir termasuk terpidana yang taat aturan, rajin menulis dan beribadah.

“Pak Abu Bakar Ba’asyir senang menulis, kemudian ibadahnya rajin. Memang kesehariannya begitu. Jadi di usia yang sepuh itu masih rajin menulis,” terang Mujiarto.

Mujiarto juga mengatakan Abu Bakar Ba’asyir merupakan salah satu penghuni lapas yang giat mengikuti program-program pembinaan. Ia mengakui mantan terpidana terorisme itu kooperatif dalam menjalani hukumannya.

“Abu Bakar Ba’asyir ya termasuk orang yang kooperatif selama menjalani masa hukumannya. Ikut kegiatan pembinaan, berperilaku baik,” lanjutnya.

Oleh karena itu, lanjut Mujiarto, Abu Bakar Ba’asyir layak mendapatkan sejumlah remisi. Mulai dari remisi umum, dasawarsa hingga remisi Idul Fitri.

“Sehingga remisi-remisi yang didapatkan itu memang haknya, jadi keluarnya nanti bebas murni tanpa ada tambahan, murni selesai menjalani pidana,” ungkapnya.

Pulang Dikawal Densus 88

Abu Bakar Ba’asyir diketahui menghabiskan waktu selama 8 jam untuk perjalanan pulang dari Lapas Gunung Sindur. Dalam pejalanan pulang itu, ia dikawal oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Tim Pembela Muslim (TPM) yang merupakan kuasa hukum Abu Bakar Ba’asyir, Achmad Michdan pun berterima kasih atas pengawalan tersebut. Menurutnya, di masa pandemi seperti ini, Abu Bakar Ba’asyir memang membutuhkan pengamanan dari pihak berwenang.

“Kami mengucapkan terima kasih. Posisi pandemi ini kita perlu pengamanan. Pengamanan kita serahkan Densus yang memang silent. Dan itu dilakukan estafet karena melewati beberapa wilayah hukum,” kata Michdan.

Diketahui, Abu Bakar Ba’asyir menumpangi mobil bernomor polisi AS 1138 WA dalam perjalanan menuju kediamannya. Selain Densus 88, ada juga tim kesehatan yang turut mendampinginya.

Kegiatan Pertama Abu Bakar Ba’asyir di Ngruki

Rombongan Abu Bakar Ba’asyir diketahui tiba di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah pada pukul 13.35 WIB tadi. Ia terlihat langsung memasuki pondok dan menuju ke masjid.

Putra Abu Bakar Ba’asyir, Abdul Rochim mengungkap kegiatan pertama yang dilakukan sang ayah setelah tiba di Ngruki. Ia menyebut ayahnya langsung menunaikan salat.

“Tadi beliau langsung mengambil air wudu, dan melaksanakan salat,” kata Rochim.

Diketahui, tidak ada upacara penyambutan yang dilakukan pihak Ponpes Al-Mukmin atas kepulangan Abu Bakar Ba’asyir. Hal ini sejalan dengan pernyataan perwakilan dari Ponpes Al-Mukmin, Muhammad Darwis yang menyebut tidak ada acara serimonial apa pun untuk menyambut kepulangan Abu Bakar Ba’asyir.

Abu Bakar Ba’asyir Tak Wajib Lapor

Seperti diketahui, terbukti menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan kegiatan pidana terorisme. Atas perilakunya tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memvonis Abu Bakar Ba’asyir 15 tahun penjara pada 2011 silam.

Saat ini, pria yang sudah berusia 82 tahun itu dinyatakan bebas murni. Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas, Rika Aprianti menyatakan Abu Bakar Ba’asyir tidak dikenakan wajib lapor ke Lapas.

“Bapak Abu Bakar Ba’asyir bebas murni. Tidak wajib lapor lagi di pemasyarakatan. Tanggung jawab kami adalah sampai di sini,” terang Rika.

To Top