News

Menantu Wapres Disebut-sebut Jadi Calon Menteri Baru

Menantu Wapres Disebut-sebut Jadi Calon Menteri Baru

Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju ramai diperbincangkan. Menantu Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, Muhammad Rapsel Ali ‘tiba-tiba’ dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana.

Merespons hal itu, Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer alias Noel memprediksi Rapsel Ali menjadi calon menteri Jokowi yang baru.

“Saya dengar pak Muhammad Rapsel Ali dipanggil ke Istana. Mungkin beliau masuk nominasi calon menteri baru,” kata Noel, Jumat (16/4/2021).

Noel menilai Rapsel Ali layak menjadi Menteri Investasi yang sebentar lagi akan ‘hadir’ di Kabinet Indonesia Maju. Menantu wapres itu, lanjut dia, memiliki track record yang apik untuk bangsa dan negara.

“Beliau tokoh muda Sulawesi Selatan. Rekam jejak pengabdiannya untuk bangsa dan negara jelas,” imbuhnya.

Menantu Wapres Menghadap Jokowi

Menantu Wapres Ma’ruf Amin, Rapsel Ali sendiri mengaku telah menghadap Presiden Jokowi, Rabu (14/4/2021) lalu. Apa yang dibahas dalam pertemuan itu?

Politikus NasDem itu mengatakan perbincangan antara dirinya dengan Presiden berlangsung santai dengan pembahasan seputar tim balap Mandalika. Dia pun menyinggung soal ‘ruang investasi’.

“Cuma ditanya-tanya, terkait tim balap Mandalika. Ya itu kan menandakan juga bahwa kita bisa tampil seperti itu, menandakan negara kita termasuk negara maju. Dan, bisa memberi ruang investasi yang lebih besar lagi,” kata Rapsel, Jumat (16/4/2021).

Saat menghadap Jokowi, Rapsel Ali mengaku membawa helm yang dikenakan tim balap Mandalika. Jokowi, kata dia, membubuhkan tanda tangan pada helm tersebut.

“Di kesempatan itu kemarin kebetulan saya bawakan helm ke beliau (Jokowi). Dan, beliau teken langsung helmnya, helm balap. Karena helm itu mau kami taruh di kantor kita di Barcelona,” sambungnya.

Apakah menantu Wapres itu mendapatkan tawaran menjadi Menteri Investasi? Menjawab hal itu, Rapsel Ali mengatakan pembahasan terkait Kementerian Investasi tidak spesifik. Sehingga, dia tidak ingin menebak-nebak apakah dirinya akan didapuk sebagai Menteri Investasi atau tidak.

“Nggak spesifik sih. Ya Alhamdulillah. Saya nggak berani melampaui,” tegas dia.

Jangan Sebut Inisial Menteri Baru!

Sebelumnya, petinggi PKB Luqman Hakim membocorkan Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle dua pos kementerian. Dua pos kementerian yang dimaksud adalah di luar Kementerian Investasi dan Kemendikbud/ristek.

Luqman menyebut menteri berinisial M akan terkena reshuffle. Merespons hal itu, Menkominfo Johnny G Plate meminta semua pihak setop menyebut inisial tertentu.

“(Reshuffle) itu domain Presiden, sekali lagi, itu domain Presiden. Jangan sampai juga kita menyebut inisial tertentu. Nanti, yang berdampak pada kredibilitas tokoh-tokoh nasional kita. Kita harus menjaga,” tegas Johnny, Jumat (16/4/2021).

Menurut Johnny, penyebutan inisial tertentu bisa membuat masyarakat bingung. Selain itu, kata dia, penyebutan inisial tertentu juga berdampak pada kredibilitas tokoh yang memiliki inisial tersebut.

“Jangan sampai kita berspekulasi yang membuat kebingungan di masyarakat. Inisial tertentu, nanti berdampak pada kredibilitas tokoh nasional kita,” sambungnya.

Politikus NasDem itu menyatakan reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Dia memastikan Jokowi akan mengambil keputusan tepat untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

“Siapa, di mana kabinet portofolionya apa dan kapan, itu domainnya Presiden. Kita serahkan ke Presiden. Kita meyakini, Presiden tentunya mengambil keputusan yang tepat untuk kepentingan pemerintahan yang produktif dan kuat,” paparnya.

Untuk diketahui, ada empat menteri yang memiliki nama dengan inisial M, yakni: Muhadjir Effendi (Menko PMK), Mahfud Md (Menko Polhukam), Muhammad Lutfi (Menteri Perdagangan) dan Moeldoko (Kepala Staf Presiden).

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top