News

Menlu Retno Marsudi Laporkan Perkembangan Pembebasan Sandera 10 WNI

Portal Berita

Penyanderaan 10 WNI oleh Kelompok Militan Abu Sayyaf masih terus berjalan. Menteri Luar Negeri ‘Retno Marsudi’ mengatakan kepada wartawan (11/4), bahwa “Negara ‘Indonesia’ tidak boleh terlibat dalam urusan tebusan atas penyanderaan 10 Warga Negara Indonesia.”

Tidak bisanya terlibat dalam urusan pembayaran tebusan terhadap sandera 10 WNI tidak membuatnya hanya diam saja, Kementerian luar negeri terus melakukan komunikasi secara intensif dengan Kementrian Luar Negeri Filipina terkait 10 sandera WNI.

Tidak hanya itu, Retno juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di dalam Negeri. Presiden RI ‘Joko Widodo’ serta Wakil Presiden Jusuf Kala’ telah memberikan arahan dalam memperkuat koordinasi antara pihak-pihak di dalam Negeri.

Retno juga menyatakan rasa dukanya atas kematian 18 tentara Filipina oleh Militan Abu Sayyaf. Terkait penyerangan yang terjadi di Filipina, Sabtu (9/4) lalu.

Penyerangan tersebut menurut retno tidak terkait dengan pembebasan 10 WNI yang menjadi sandera. Sampai sekarang ini kondisi 10 WNI dilaporkan ‘Baik’.

Retno menambahkan bahwa, “10 saudara kita tidak berada diwilayah basilan tempat baku tembak berlangsung, Kontak terakhir pada pukul 08.41 WIB Menteri Luar Negeri Filipina mengatakan semua sandera WNI dalam keadaan ‘baik’.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top