News

Sutiyoso : Menlu Retno Terbang Ke Filipina untuk Berkoordinasi Penyanderaan WNI

Sandera Asal Norwegia Dibebaskan Oleh Abu Sayyaf

Usaha pembebasan atas sandera 10 warga Negara Indonesia di wilayah Filipina Selatan masih berlangsung. Kepala Badan Intelijen Negara ‘Sutiyoso’ berkata pihaknya terus bekerja sama dengan badan intelijen Filipina dalam pembebasan sandera oleh Militan Abu Sayyaf.

Sutiyoso mengatakan bahwa, “Duta Besar Indonesia sedang berkoordinasi dengan pemerintah Filipina, kita tunggu saja hasilnya. (1/4)”

Tidak hanya Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Menteri Luar Negeri Indonesia ‘Retno Marsudi’ juga terbang untuk menemui pemerintah Filipina terkait usaha dalam pembebasan dari 10 WNI siang ini.

Posisi dan pergerakan Militan Abu Sayyaf sudah diketahui pihak Intelejen Filipina maupun Indonesia. Baik Sutiyoso dan Pemerintah RI menekankan bahwa dalam usaha pembebasan 10 WNI keselamatan sandera lebih diprioritaskan. “Kami akan Negosiasi, waktu kita masih delapan hari,” ujar Kepala Badan Intelejen RI (31/3).

Menteri Luar Negeri RI dan Kepala BIN RI masih menyampaikan hal yang sama, dari keberadaan Militan Abu Sayyaf. Koordinasi Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Filipina semakin intensif untuk membebaskan 10 awak kapal Brahma 12.

Walaupun Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Filipina terus bekerjasama, Sutiyoso dapat memahami jika Filipina menolak bantuan yang ditawarkan Indonesia untuk pembebasan 10 WNI yang disandera Militan Abu Sayyaf. yang menjadi pertingbangan atas penolakan bantuan dari Indonesia mungkin tentang harga diri dan reputasi sebuah Negara.

Untuk Sementara ini diduga Penculikan 10 WNI atas dasar motif ekonomi. Karena Militan Abu Sayyaf meminta sejumlah uang tebusan sebesar 50 juta peso.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top