News

Menteri Era Soeharto, Harmoko Berpulang

Harmoko Meninggal Dunia

Harmoko merupakan menteri era Soeharto yang memiliki kisah erat tentang 1998. Selama mengabdi sebagai Menteri Penerangan era Presiden Soeharto hingga 14 tahun, ia memiliki kisah tersendiri kala Soeharto mengundurkan diri.

Cerita Harmoko terkait detik-detik dirinya meminta Soeharto mengundurkan diri terangkum dalam sebuah buku dengan judul “Berhentinya Soeharto, Fakta dan Kesaksian Harmoko”. Dalam buku tersebut, ia mengungkapkan detik-detik Soeharto mengundurkan diri sebagai Presiden RI pada 21 Mei 1998 versi dirinya.

“Kita mengetahui, kondisi sosial, politik serta ekonomi saat itu tengah mengalami krisis. Kita saat itu ingin menyelamatkan masyarakat dari pertumpahan darah,” kata Harmoko mengutip dari detikcom, Senin (5/7/2021).

Harmoko pun memberanikan dirinya untuk bertemu Presiden Soeharto pada Sabtu, 16 Mei 1998. Kala itu ia menyampaikan 3 hal.

“3 permintaan kami, adala ‘Bapak harus melakukan reshuffle kabinet’. Kemudian beliau menjawab, ‘Ya saya lakukan reshuffle’, “ujar Harmoko.

“Kedua ‘Bapak harus melakukan reformasi’. Lalu beliau menjawab, ‘Ya saya lakukan reformasi’. Dan yang ketiga, ‘Masyarakat ingin Bapak untuk mengundurkan diri’. Dan beliau jawab, ‘Silahkan. Terserah fraksi-fraksi DPR’,” Sambungnya.

Lihat Juga: Berpulang, Rachmawati Soekarnoputri Positif COVID-19

Ia pun masih mengingat jelas jawaban Soeharto saat itu.

“Jika memang fraksi-fraksi di DPR menilai Presiden telah tak dipercayai dan harus mundur. Untuk saya tak ada masalah dan saya rela mengundurkan diri,” kata Harmoko menirukan ucapan Soeharto kala itu.

Selanjutnya, pada Senin, 18 Mei 1998, pemimpin fraksi berdiskusi terkait pengunduran diri Presiden Soeharto. Seluruh fraksi menyetujui aspirasi mahasiswa supaya Soeharto mengundurkan diri.

“Ternyata seluruh fraksi menerima banyak aspirasi yang ingin pengunduran diri Presiden dilakukan dengan konstitusional. Rapat juga membahas beragam perubahan yang terjadi sangat cepat, khususnya di gedung DPR,” kata Harmoko.

Hasil pertemuan tersebut lalu diumumkan pada 19 Mei ketika konferensi pers. Usulan DPR untuk pengunduran diri Presiden pun mengemuka untuk kali pertama.

“Kami berharap supaya Presiden secara arif dan bijaksana baiknya mengundurkan diri. Kami juga mengimbau ke seluruh masyarakat supaya tetap tenang, menahan diri, menjaga kesatuan dan persatuan. Serta mewujudkan keamanan, ketertiban supaya semua sesuatunya berjalan tenang,” tambah Harmoko.

Harmoko Tutup Usia

Kini menyeri era Orde Baru itu telah berpulang, Harmoko menghembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto sekitar pukul 20.22 WIB.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun sudah meninggal dunia Bpk. H. Harmoko bin Asmoprawiro,” ujar Ketua DPP Golkar Dave Laksono kepada pers, Minggu (4/7/2021).

“Mohon dimaafkan semua kesalahannya dan mohon doanya insyaallah beliau husnul khotimah,” sambungnya.

Pada akhir Juni lalu beliau sempat dinyatakan terpapar COVID-19.

“Pak Harmoko memang pada 29 Juni hari Selasa, rutin melakukan swab antigen. Waktu itu dinyatakan positif saat antigen, esoknya kita melakukan PCR positif,” kata Azisoko Harmoko, putra Almarhum, di kediaman duka pada Senin (5/7/2021).

Azisoko mengatakan, pada Minggu (4/7/2021) kondisi sang ayah menurun. Perawat di rumah beliau pun sempat memberikan pertolongan pertama. Namun kondisi Harmoko masih menurun, hingga akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk melarikan beliau ke RSPAD Gatot Soebroto.

“Di RSPAD kita sampai jam 20.00 WIB, dicoba pertolongan sama para medis RSPAD. Namun sepertinya Allah berkehendak lain. Jadi pukul 20.20 para medis di RSPAD Gatot Soebroto menyatakan Pak Harmoko tutup usia,” jelas Azisoko.

Lihat Juga: Kabar Duka, Dalang Kondang Ki Manteb Sudarsono Wafat

Ia memaparkan, sang ayah telah menderita PSP (Progressive Supranuclear Palsy) sejak 2013 hingga saat ini. Menurut penutura Azisoko, penyakit tersebut masih belum ditemukan obatnya.

“Kita upayakan selama ini dari 2013 hingga saat ini artinya 8 tahun, agar kondisi bapak tak menurun. Mungkin telah kehendak Allah, dari keluarga juga telah ikhlas pada keadaan ini dan kami meminta doanya dari kalangan media, dari masyarakat Indonesia juga supaya Bapak Harmoko bisa husnul khotimah,” ucapnya.

Keluarga juga meminta masyarakat Indonesia mendoakan dan juga membukakan pinta maaf bagi beliau.

“Kami atas nama keluarga juga mohon maaf sebesar-besarnya jika terdapat kesalahan dari Bapak Harmoko selama ini. Tolong dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya,” tutupnya.

Jenazah Harmoko akan dimakamkan siang ini (5/7/2021) di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top