News

Sepak Terjang Terbaru Menteri Susi Pudjiastuti terhadap IUU Fishing

Kementeri Kelautan dan Perikanan kembali membuktikan komitmennya dalam memerangi Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing dan kejahatan perikanan. Setelah bersikap tegas terhadap kapal-kapal asing pencuri ikan dengan cara menengelamkannya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sukses mengajak Norwegia untuk bekerjasama.

Sosok Menteri Susi Pudjiastuti memang dikenal selalu jadi perhatian masyarakat luas karena sikap tegasnya. Semenjak dilantik oleh Presiden Jokowi, Menteri Susi mendapat banyak sorotan karena dianggap paling nyentrik karena seorang perokok dan bertato. Akibatnya, cibiran pun datang tak terelakan, terutama dari para netizen. Akan tetapi tak sedikit pula yang mendukungnya.

Pandangan negatif tersebut ia balas dengan sepak terjangnya dalam mengatasi permasalah di bidang perikanan dan kelautan. Setiap harinya, Menteri Susi berkoar-koar tentang dampak pencurian ikan yang menimbulkan kerugian besar bagi Indonesia. Dan dalam usaha terbarunya mengatasi permasalah tersebut, Susi Pudjiastuti berhasil menggandeng Norwegia untuk bekerjasama dalam percegahan kejahatan perikanan di Indonesia pada sebuah pertemuan di Oslo, Kamis (20/8).

Kerjasama tersebut disambut dengan baik Dirjen Budidaya dan Perikanan Kementerian Perikanan Norwegia, Vidar Landmark. Ia mengakui bahwa Indonesia merupakan mitra yang penting bagi negaranya. “Siap mendukung serta bekerja sama baik secara bilateral maupun di berbagai forum internasional mengenai isu IUU Fishing,” ujar Vidar Landmark dikutip dari detikcom.

Di sisi lain, Menteri Susi Pudjiastuti mengatakan forum dialog tersebut merupakan wadah yang bermanfaat bagi kedua negara. Ia menambahkan bahwa kerjasama tersebut dapat membuat kedua negara berbagi pengalaman dan tukar pikiran mengenai kasus-kasus IUU Fishing yang terjadi di wilayah masing-masing. Sebab, Indonesia dan Norwegia memiliki kesamaan persepsi bahwa isu IUU Fishing adalah isu kejahatan yang multidimensi dan global.

 

IUU Fishing

IUU Fishing adalah kegiatan penangkapan ikan yang tidak sah, tidak dilaporkan dan tidak sesuai aturan. IUU Fishing dapat terjadi di semua kegiatan perikanan tangkap tanpa tergantung pada lokasi, target spesies, alat tangkap yang digunakan serta intensitas exploitasi. Dapat muncul di semua tipe perikanan baik skala kecil dan industri, perikanan di zona juridiksi nasional maupun internasional seperti high seas.

IUU Fishing jelas akan merugikan Indonesia. Sebab, selain peluang kerja nelayan Indonesia berkurang karena kapal-kapal illegal asing menggunakan ABK asing, hasil tangkapan umumnya dibawa langsung ke luar negeri (negara asal kapal), sehingga mengakibatkan hilangnya sebagian devisa negara dan berkurangnya peluang nilai tambah dari industri pengolahan.

Kelestarian sumberdaya ikan, hasil tangkapan tidak terdeteksi, baik jenis, ukuran maupun jumlahnya pun akan menjadi kerugian Indonesia. Begitupula dengan citra Indonesia di kancah International. IUU fishing yang dilakukan oleh kapal asing, tapi berbendera Indonesia, ataupun kapal milik warga negara Indonesia dapat berdampak pada ancaman embargo terhadap hasil perikanan Indonesia yang dipasarkan ke luar negeri.

Oleh sebab itu, Menteri Susi Pudjiastuti sangat menyoroti permasalah IUU Fishing di Indonesia dan mengajak Norwegia untuk bersama mengatasinya. “Pertemuan tersebut berhasil mengidentifikasi bentuk kerja sama kongkrit yang dapat dilakukan oleh kedua negara dalam menangani IUU Fishing dan kejahatan perikanan,” terang Menteri Susi.

Kunjungan Menteri Susi Pudjiastuti ke negara Skandinavia tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral Presiden RI dengan Perdana Menteri Norwegia di Jakarta, 14 April lalu, dan pertemuan Komisi Bersama Menlu RI dengan Menlu Norwegia di Oslo pada 17 Juni 2015 lalu.

 

Selain Menteri Susi Pudjiastuti, Duta Besar RI untuk Norwegia, Yuwono A. Putranto; Ketua Satgas IUU Fishing, Mas Achmad Santosa; Direktur Polair Baharkam Polri, Brigjen Pol Muhammad Chaerul Noor; Direktur Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Carlo Brix Tewu; Karo Renkrim Baharkam Polri, Brigjen Pol Kamil Razal; dan Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Kementerian Keuangan, Estu Budiarto, juga mengikuti pertemuan tersebut. Sedangkan di pihak Norwegia, hadir pula pejabat tinggi Kementerian Perikanan; Coast Guard; Ministry of Justice and Public Security; Kementerian Luar Negeri; KRIPOS (Badan Investigasi Kriminal Norwegia); Økokrim (Badan Investigasi untuk Kejahatan Ekonomi dan Lingkungan Norwegia); Otoritas Pajak Norwegia; dan Bea Cukai.

Selama di Norwegia, Menteri Susi Pudjiastuti mengadakan berbagai pertemuan di Trondheim dan Oslo. Secara umum kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk membahas rencana kerja sama kedua negara di bidang aquaculture, sustainable fisheries dan IUU Fishing. Kabarnya, sebagai respon kunjungan kerjasama Menteri Susi tersebut, Menteri Perikanan Norwegia, Elisabeth Aspaker, akan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada November mendatang.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top