News

Menyoal Seruan Demo ‘Jokowi End Game’, PDIP: Pecundang Demokrasi!

Menyoal Seruan Demo ‘Jokowi End Game’, PDIP: Pecundang Demokrasi!

Poster seruan aksi demo bertajuk Jokowi End Game beredar di media sosial. Aksi demo itu rencananya digelar pada hari ini (24/7/2021) dengan melakukan long march dari Glodok menuju ke Istana Negara.

Menyoal hal itu, elite PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan seruan itu tidak lebih dari mencari sensasi. Hendrawan juga menegaskan dasaran rencana aksi demo itu tidak jelas.

“Menurut saya, tidak lebih untuk cari sensasi saja. Ingin mencuri perhatian publik di tengah suasana hening akibat program pengetatan protokol menghadapi Covid-19. Tidak jelas,” kata Hendrawan, Jumat (23/7/2021).

Hendrawan kemudian menyoroti penyematan kata ‘End Game’ dalam seruan aksi demo itu. Menurut dia, ada arti ‘ketidaksabaran’ di dalam kata tersebut.

“Yang jelas hanya ketidaksabaran untuk mengikuti kalender kontestasi demokrasi, sehingga rotasi kepresidenan lima tahunan mau didelegitimisasi dengan menggaungkan wacana ‘end-game’. Saya menilai ini jualan ide yang tidak simpatik,” tegas dia.

Politikus senior PDIP itu kemudian meminta aparat kepolisian tegas namun persuasif dalam menghadapi seruan aksi demo itu. Menurut dia, arah ‘permainan’ yang dituju dari seruan demo itu adalah ingin menunjukkan bahwa PPKM Darurat yang selama ini dilaksanakan gagal.

“Mereka (pendemo) ingin menunjukkan bahwa program PPKM gagal, buktinya mereka bisa kumpul-berkerumun untuk berdemo. Kita tahu arah permainan para pecundang demokrasi ini,” sambungnya.

Pengusaha Kecam Aksi Jokowi End Game

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan masyarakat musti cerdas dalam menggelar aksi demo. Hariyadi menyoroti situasi di masa pandemi ini yang bisa membahayakan bagi para pendemo sendiri.

“Orang nggak mikir itu. Situasi kaya gini penularannya luar biasa, itu nggak make sense banget. Orang itu akan berdemo musti cerdas juga, harus mikirin juga konsekuensinya apa? Ini kan membahayakan dirinya sendiri,” ucap Hariyadi, Sabtu (24/7/2021).

Hariyadi mengajak masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi ini. Dia juga meminta masyarakat setop melakukan keributan di tengah masa sulit ini.

“Kita harus bantu, jangan cuma ribut komplain aja, kita harus mengambil peran. Contohnya kalau kami di sektor pelaku usahanya, kita bantu vaksinasi, menyiapkan oksigen, melancarkan distribusi obat, bahkan beberapa teman membangun rumah sakit darurat. Kalau masyarakat perannya paling tidak menjaga dirinya sendiri, jangan sampai dia kena,” paparnya.

Wanti-wanti Polri

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus meminta masyarakat untuk memahami kondisi pandemi ini. Yusri mengajak masyarakat untuk menghindari kerumunan.

“Lihat rumah sakit, kuburan, udah penuh. Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi. Tapi intinya di sini bagaimana masyarakat mau sadar, mau disiplin hindari kerumunan,” kata Yusri.

Yusri menegeaskan pihaknya siap menerima aspirasi dari masyarakat secara langsung. Oleh karenanya, dia meminta masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya ke Polda Metro, bukan melalui aksi demo yang menimbulkan kerumunan.

“Silakan kalau mau menyampaikan pendapat, datang ke Polda Metro, akan kita terima. Secara bijak untuk kita bisa hindari kerumunan supaya jangan jadi klaster lagi. Bagaimana kita bisa relaksasi kalau ada kegiatan kerumunan lagi. Kasihan rumah sakit-kuburan udah penuh,” terangnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat kerumunan dan mengganggu ketertiban umum melalui aksi demo. Argo Yuwono menegaskan pihaknya akan melakukan pengamanan jika pendemo mengganggu ketertiban umum.

“Kalau memang dilakukan, mengganggu ketertiban umum, ya kita amankan,” tegas Argo Yuwono.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top