News

Minta Dibebaskan, Ini 3 Poin Pleidoi Juliari Batubara

3 Poin Pleidoi Juliari Batubara

Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara membacakan pleidoi atau nota pembelaan di sidang bansos COVID-19. Salah satu yang disebut yaitu dirinya meminta untuk dibebaskan dari vonis hukuman majelis hakim soal korupsi bantuan sosial COVID-19 di Kemensos.

Sebelumnya, ia dituntut 11 tahun hukuman penjara atas tindakannya itu. merasa keberatan, pihaknya memutuskan untuk mengajukan pembelaan diri 9 Agustus lalu. Berikut pleidoi Juliari Batubara:

Perminataan Maaf Kepada Joko Widodo Dan Ketum PDIP

Mantan Mensos itu menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden RI Joko Widodo. Ia mengaku lalai tak mengawasi program bantuan sosial tersebut.

“Saya dengan tulus ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, kepada Presiden RI Joko Widodo terkait kejadian ini. Terutama permohonan maaf karena kelalaian saya tak melakukan pengawasan yang ketat, kepada kinerja jajaran di bawah saya. Sehingga harus berurusan dengan hukum,” kata Juliari, pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/8/2021), secara virtual.

“Kasus ini tentunya membuat perhatian Bapak Presiden sempat tersita serta terganggu. Semoga Tuan Yang Maha Kuasa selalu melindungi Bapak Presiden serta keluarga,” lanjutnya.

Lihat Juga: Mensos Juliari Batubara, Tersangka Suap Bansos

Selain Joko Widodo, Juliari juga meminta maaf kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Ia mengaku menyesal telah merusak kepercayaan Megawati.

“Untuk yang terhormat Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP, dan jajaran DPP PDIP di mana mulai tahun 2010 saya dipercaya sebagai pengurus DPP PDIP. Saya harus menyampaikan permohonan maaf dengan tulus serta penuh penyesalan. Saya menyadari bahwa mulai kasus ini muncul badai hujatan serta cacian datang silih berganti ditujukan ke PDIP,” katanya.

Ia mengaku yakin bahwa PDIP dapat bertahan di tengah hujatan terkait kasus bansos, ia juga yakin partai berlambang kepala banteng itu tetap dicintai oleh masyarakat.

Minta Dibebaskan

Dalam pleidoinya itu, Juliari juga meminta belas kasihan hakim terkait vonis hukumannya. Ia menyoroti posisinya sebagai kepala keluarga dengan anak-anaknya yang masih kecil.

“Dalam hati saya, hanya majelis hakim Yang Mulia yang bisa menyudahi penderitaan lahir dan batin dari keluarga saya yang telah menderita. Tak hanya dipermalukan namun juga dihujat untuk suatu yang mereka tak tahu. Badai kebencian serta hujatan bakal berakhir tergantung keputusan majelis hakim Yang Mulia,” sambungnya.

Ia meminta hakim menyudahi penderitaannya dengan cara membebaskan dirinya dari tuntutan serta dakwaan.

“Oleh sebab itu, permintaan saya, permintaan istri saya, permintaan kedua anak saya yang masih kecil dan permintaan keluarga besar saya. Kepada majelis hakim Yang Mulia, akhirilah penderitaan kami ini dengan membebaskan saya dari semua dakwaan.”

Lihat Juga: Mengenal Juliari Peter Batubara, Menteri Sosial Yang Korupsi Dana Bantuan Sosial Covid-19

Juliari Batubara Mengaku Tak Menerima Fee Bansos

Dalam pembacaan pleidoinya itu, Juliari mengaku tak tahu uang fee bansos dari vendor tersebut. Ia mengaku tak pernah menerima dana tersebut.

“Dari seluruh vendor yang bersaksi di persidangan, seluruhnya tak pernah menyebutkan kalau uang yang diserahkan kepada terdakwa Matheus Joko Santoso merupakan diperuntukkan kepada saya. Bahkan hampir seluruh vendor yang dipanggil itu tak mengenal atau pernah bertemu saya sebelumnya,” tuturnya.

“Memang tak ada aliran dana dari terdakwa Matheus Joko Santoso maupun terdakwa Adi Wahyono ke saya yang berasal dari setoran seluruh vendor Bansos Sembako. Termasuk tak ada uang, barang berharga, rekening bank, maupun aset milik saya yang disita KPK,” tambah Juliari.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top