News

Muhammadiyah: Bareskrim Harus Segera Tangkap Abu Janda!

Muhammadiyah: Bareskrim Harus Segera Tangkap Abu Janda!

Pegiat media sosial Permadi Arya atau akrab dipanggil Abu Janda akan menjalani pemeriksaan terkait cuitan ‘Islam arogan’ pada Senin, 1 Februari 2021. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto meminta aparat penegak hukum segera menangkap Abu Janda.

“Cuitan tersebut nyata-nyata memecah belah umat. Bareskrim harus segera menangkap Abu Janda,” tegas Sunanto, Minggu (31/1/2021).

Sunanto lantas menyoroti pernyataan Abu Janda yang menyebut Islam sebagai agama pendatang namun mengacaukan kearifan lokal di Indonesia. Menurutnya, pegiat media sosial itu salah menafsirkan Islam.

“Cuitan Abu Janda jelas-jelas mengacaukan kesadaran budaya berislam itu sendiri. Dia keliru menafsirkan Islam. Ada ajaran Islam yang konteksnya budaya dan relasinya sudah disepakati dan dijalankan sebagai relasi kebudayaan dan tidak menghilangkan konteks keimanan seseorang,” tambahnya.

Proses Hukum Abu Janda Jadi Jawaban Pemerintah Tak Lindungi Dia

Di sisi lain, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti juga merasa gusar dengan cuitan ‘Islam arogan’ yang dilontarkan Abu Janda. Abdul Mu’ti menyebut Abu Janda kerap membuat umat Islam marah lantaran pernyataan-pernyataannya.

“Memang banyak pihak di kalangan umat Islam yang marah dengan berbagai pernyataan Abu Janda yang sering kali mendiskreditkan Islam dan Muslim,” kata Abdul Mu’ti, Minggu (31/1/2021).

Petinggi Muhammadiyah itu menilai cuitan ‘Islam arogan’ Abu Janda memang pantas dipersoalkan dan dilaporkan ke aparat penegak hukum. Menurutnya, proses hukum yang terhadap Abu Janda menjadi jawaban bahwa pemerintah maupun polisi tidak berpihak kepadanya.

“Kalau memang polisi memiliki alat bukti yang kuat, wajar apabila pernyataan Abu Janda diproses sesuai hukum yang berlaku. Langkah kepolisian memproses hukum Abu Janda menjadi jawban bahwa pemerintah dan polisi tidka melindungi yang bersangkutan,” sambungnya.

Permadi Arya Siap Penuhi Panggilan

Sebelumnya, Abu Janda menyatakan siap memenuhi panggilan Bareskrim Polri dalam agenda pemeriksaan pada Senin (31/1/2021) besok terkait cuitannya yang menyebut ‘Islam arogan’. Abu Janda menegaskan dirinya akan menaati hukum yang berlaku.

“Ya harus dong (penuhi panggilan). Kita warga negara harus taat hukum ya, warga negara yang baik,” tegas Abu Janda, Sabtu (30/1/2021).

Abu Janda mengaku mendapatkan tekanan masyarakat yang sangat besar. Ia menyatakan siap diperiksa agar tidak muncul kesan negatif.

“Proses hukum ya jalanilah, mau gimana lagi, ya kan? Ini soalnya tekanan publiknya sudah besar sekali. Jadi aku tidak mau memberikan kesan yang negatif,” tuturnya.

Lebih lanjut, pegiat media sosial bernama Permadi Arya itu mengatakan setiap warga negara harus mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum. Hal ini, lanjut dia, juga berlaku baginya.

“Pokoknya semua warga negara harus sama. Tidak boleh ada yang spesial gitu kan. Kita harus jalani prosesnya. Aku juga nggak mau memberikan citra buruk kepada aparat penegak hukum juga. Nggak mau” sambugnnya.

Cuitan ‘Islam Arogan’ Abu Janda

Diketahui, kuasa hukum Haris Pertama, Medya Rischa melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait cuitan ‘Islam Arogan’ di Twitter. Cuitan tersebut merupakan balasan Abu Janda terhadap Ustaz Tengku Zulkarnain yang membahas soal kaum minoritas dan mayoritas di Afrika.

Melalui balasannya, Abu Janda menyinggung soal Islam sebagai agama pendatang di Indonesia.

“Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan sedekah ritual laut sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” ujar Abu Janda membalas cuitan Ustaz Tengku Zulkarnain.

“Ritual tradisi asli dibubarin alasan syirik, pakai kebaya dibilang murtad, wayang kuli diharamin, dan masih banyak lafi upaya penggerusan pemusnahan budaya lokal dengan alasan syariat. Kurang bukti apalagi Islam memang arogan terhadap kearifan lokal?” sambungnya.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top