News

Muncul Lagi Dorongan Jokowi 3 Periode, PKS: Bunuh Demokrasi

Muncul Lagi Dorongan Jokowi 3 Periode, PKS: Bunuh Demokrasi

Dorongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 3 periode untuk kembali maju di Pilpres 2024 muncul dari sejumlah relawan. Jokowi didorong maju nyapres dengan menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut ide presiden 3 periode membunuh demokrasi. Mardani menegaskan PKS tidak sepakat dengan ide tersebut.

“Ide tiga periode membunuh demokrasi. Ide demokrasi mengkhianati nilai reformasi. Sirkulasi kepmimpinan wajib bagi Indonesia yang maju dan sehat. Ide tiga periode berbahaya dan wajib dilawan,” kata Mardani, Jumat (18/6/2021).

Mardani menyebut peraturan presiden 2 periode paling cocok diterapkan di Tanah Air. Oleh karenanya, dia meminta Jokowi dengan tegas menentang ide presiden 3 periode.

“Sikap partai setahu saya dua periode adalah kebijakan paling sesuai. 3 periode bencana dan membunuh demokrasi. Makanya, pak Jokowi perlu lebih tegas menentang ide tiga periode,” tegasnya.

Gerindra: Jokowi 3 Periode Sulit Terwujud

Di sisi lain,Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menyebut wacana Jokowi 3 periode yang didorong untuk menggandeng Prabowo di Pilpres 2024 sulit terwujud. Sebab, lanjut dia, wacana itu tidak sejalan dengan peraturan yang berlaku.

“Sampai saat ini wacana Jokowi-Prabowo sebagai capres-cawapres sepertinya suli terwujud karena terbentur regulasi, baik UUD 1945 maupun UU Pemilu,” terang Habiburokhman, Jumat (18/6/2021).

Kendati begitu, Habiburokhman menyebut semangat relawan yang ingin mempersatukan Jokowi dan Prabowo itu bisa diakomodir dalam bentuk bersatunya pendukung Jokowi dan Prabowo untuk kepentingan 2024 mendatang. Menurut dia, wajar jika pendukung Jokowi dan Prabowo bersatu karena tokoh yang didukungnya saling respek.

“Namun, semangat kawan-kawan itu tetap bisa diakomodir dalam bentuk persatuan gagasan bergabungnya kedua basis massa secara informal mendukung pak Prabowo 2024. Pak Prabowo sangat respek dengan pak Jokowi. Sebaliknya juga demikian. Wajar jika kedua basis pendukung mereka bersatu untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan bangsa,” sambungnya.

Relawan Dorong Jokowi-Prabowo Maju di Pilpres 2024

Diketahui, sejumlah relawan Jokowi dan relawan lainnya akan membentuk sekretariat Joko Widodo-Prabowo Subianto (JokPro) untuk kepentingan politik 2024. Dikabarkan perilisan secretariat JokPro itu dilakukan pada hari ini, Sabtu (19/6/2021) di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Adalah Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, pelantang gagasan Jokowi 3 periode itu.

“Organisasi ini merupakan wadah dari berbagai pihak yang menyambut ide dan gagasan yang saya lontarkan di beberapa media, pada Februari-Maret 2021. Sebetulnya organisasi ini adalah wadah bagi mereka yang merespons gagasan itu,” kata Qodari, Jumat (18/6/2021).

Qodari pun berharap gagasan Jokowi-Prabowo untuk 2024 tersebar ke se-antero Indonesia. Oleh karenanya, dia menginginkan adanya pondasi yang kuat untuk melantangkan gagasan itu.

“Saya orang yang percaya kalau ide dan gagasan itu harus punya kaki. Kakinya itu berupa organisasi dan lembaga yang akan menyebarkan ide dan gagasan Jokowi-Prabowo ini ke seluruh Indonesia, 34 provinsi 514 kabupaten/kota bahkan sampai ke luar negeri,” imbuhnya.

Lantas, apa kata Qodari mengetahui Jokowi sudah berkali-kali menolak gagasan presiden 3 periode? Menurut dia, Jokowi tidak akan bisa menolaknya jika partainya meminta hal itu.

“Saya kira pak Jokowi tidak akan bisa menolak, apalagi kalau parpol, termasuk PDIP yang meminta beliau kembali untuk maju. Kalau bicara PDIP, hemat saya PDIP kalau mau menang lagi 2024 lebih aman pak Jokowi yang maju ketimbang simulasi dan kombinasi lainnya,” papar Qodari.

To Top