News

Muncul Usulan Perpanjangan Jabatan Jokowi, Istana Angkat Suara

Muncul Usulan Perpanjangan Jabatan Jokowi, Istana Angkat Suara

Usulan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba-tiba mengudara menghebohkan publik. Mantan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono adalah orang yang mengaku telah mengusulkan hal itu. Poyuono menyampaikan usulan itu kepada tiga orang yang berada di lingkaran pemerintahan Jokowi, yang dia sebut ‘The Three Musketeers’.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman menegaskan Jokowi menolak usulan perpanjangan masa jabatan tersebut. Fadjoel menambahkan Jokowi selama ini tegak lurus dengan peraturan yang ada.

“Jawaban kami tetap berpegang pada sikap Presiden Jokowi yang menolak wacana tiga periode maupun perpanjangan. Presiden setia pada konstitusi, demokrasi dan reformasi,” kata Fadjroel, Rabu (23/6/2021).

Fadjroel menekankan Jokowi hingga saat ini tidak pernah menjalankan sesuatu yang bertentangan dengan konstitusi.

“Presiden mematahui konstitusi UUD 1945,” imbuhnya.

Golkar dan Gerindra Berkomentar

Waketum Partai Golkar Nurul Arifin juga mengomentari munculnya usulan perpanjangan masa jabatan Jokowi dari Arief Poyuono. Nurul meminta eks politikus Gerindra itu setop membuat kegaduhan.

“Patuhi konstitusi saja. Tidak perlu membuat gaduh. Bapak Presiden sudah jelas sikapnya pada statement-statement yang beliau sampaikan,” tegas Nurul, Rabu (23/6/2021).

Di sisi lain, Waketum Partai Gerindra Habiburokhman menyebut usulan Poyuono sulit diterima akal sehat. Habiburokhman menyamakan usulan mantan kader dari partainya itu dengan wacana masa jabatan presiden 3 periode.

“Mr Poyu orang baik. Namun usulan beliau soal penambahan masa jabatan presiden sulit dicerna akal sehat. Sama seperti wacana presiden 3 periode, wacana perpanjangan jabatan presiden dan DPR 3 tahun dengan alasan Covid jelas bertentangan dengan konstitusi dan bisa memicu kegaduhan yang menyudutkan pemerintah,” terang Habiburokhman, Rabu (23/6/2021).

Habiburokhman kemudian menjelaskan bahwa aturan masa jabatan presiden maksimal 2 periode, yang mana setiap periode berlangsung 5 tahun, tidak muncul secara tiba-tiba. Dia menegaskan aturan tersebut dibuat dengan melakukan pengkajian mendalam sebelumnya.

“Konsep masa jabatan yang ada di konstitusi saat ini bukan muncul tiba-tiba. Tapi hasil pengkajian mendalam dan sudah sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yang kita anut,” jelasnya.

Anggota DPR RI itu pun menyarankan Pemilu tetap digelar sesuai jadwal. Namun, mekanisme Pemilu harus dirancang dengan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19.

“Jauh lebih baik Pemilu tetap sesuai jadwal dan format kampanye disesuaikan dengan situasi pandemi. Intinya prokes dipatuhi dan perbanyak bantuan kepada rakyat,” ungkapnya.

Poyuono Klaim Usul Perpanjangan Masa Jabatan Jokowi

Sebelumnya, mantan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono mengaku mengajukan usulan pepanjangan masa jabatan Presiden Jokowi kepada ‘The Three Musketeers’. Poyuono menyebut ‘The Three Musketeers’ adalah orang-orang yang berada di lingkaran pemerintah dan suaranya selalu didengarkan Jokowi.

“Orang-orang yang selama Jokowi menjabat jadi Presiden selalu didengar masukannya. Istilahnya orang ini adalah Three Musketeers-nya kang mas Jokowi yang setia dan loyal dalam membantu kang mas Jokowi,” kata Poyuono, Rabu (23/6/2021).

“Orang di lingkaran pak Jokowi kan kawan saya semua. Ya ada-lah diundang makan siang. Tapi ada ide-ide saya sampaikan kepada mereka kalau Covid ini bisa berlangsung lama. Dan, artinya akan terjadi perubahan politik. Karena itu, harus disiapkan rencana memperpanjang pemerintah Jokowi, begitu juga legislatif-nya,” tambahnya.

Poyuono tidak menjelaskan siapa tiga sosok orang di dalam lingkaran pemerintahan yang dimaksud. Hanya, dia menyebut The Three Musketeers adalah sosok-sosok yang berinisial L, P dan M.

“The Three Musketeers-nya kang mas Jokowi itu disingkat LPM. Cari tahu sendiri karena tak elok saya sebut nama-nama The Three Musketeers,” imbuhnya.

To Top