News

Nasib 3 Penyidik KPK Pengungkap Makelar Kasus ‘Tersingkir’ Karena TWK

Nasib 3 Penyidik KPK Pengungkap Makelar Kasus ‘Tersingkir’ Karena TWK

Kasus mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju, terduga makelar kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi memang cukup mencengangkan. Ironisnya, 3 penyidik senior lembaga anti rasuah yang membongkar kasus AKP Robin justru ‘dibuang’ melalui TWK (Tes Wawasan Kebangsaan).

Ketiga penyidik senior tersebut yaitu Ambarita Damanik, Rizka Anungnata dan Novel Baswedan serta Yudi Purnomo yang merupakan Ketua Wadah Pegawai KPK. Ambarita, Rizka dan Novel merupakan kasatgas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Tiga kasatgas diberhentikan via TWK, padahal mereka mengungkap makelar kasus di dalam KPK,” kata Giri Suprapdiono, Direktur Sosialisasi & Kampanye Antukorupsi KPK di akun Twitternya, Kamis (3/6/2021).

Lihat Juga: Polemik TWK KPK, Pengamat: Pertanyaannya Jahat

AKP Robin sendiri adalah penyidik baru di KPK dari Polri yang baru bertugas kurang lebih 2 tahun. Giri mengatakan penanganan perkara Robin di KPK saat ini dipegang oleh kasatgas Polri.

“Oknum penyidik Polri yang baru dua tahun bergabung KPK ini seperti lalat yang digunakan untuk merusak KPK dari dalam. Enaknya dihukum apa Robin ini?” tutur Giri.

Sementara, Novel Baswedan mengungkapkan keprihatinannya terkait ular Robin, yang berani jadi makelar kasus di KPK. Ia merasa sedik karena AKP Robin yang baru bertugas di KPK, berani ‘bermain kasus’.

“Lebih memprihatinkan lagi sebab Pak A Damanik, Rizka, Yudi dan saya yang mengungkap kasus tersebut malah diusahakan untuk dikeluarkan dengan alat TWK. Harapan memberantas korupsi ingin dimatikan?” tulisnya di akut Twitter pribadinya @nazaqistha.

Terungkapnya Aliran Uang AKP Robin Dalam Perkara Makelar Kasus

Aliran uang untuk AKP Robin, yang juga mantan penyidik KPK tersangka kasus penyuapan, dibongkar oleh Dewas (Dewan Pengawas) KPK. Robin disebut mendapat uang miliaran rupiah dari Azis Syamsuddin, Wakil Ketuan DPR hingga Syahrial, Walkot Tanjungbalai nonaktif.

Penerimaan uang haram oleh Robin tersebut terbongkar dalam pertimbangan putusan sidang etik yang dibawakan oleh Albertina Ho, anggota Dewas KPK pada Senin (31/5/2021). Robin dinyatakan bersalah oleh Dewas dan diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya sebagai penyidik KPK.

Dalam pertimbangannya, Dewas mengungkap adanya uang dari beberapa pihak yang masuk ke kantong pribadi Robin. Uang tersebut dimaksudkan supaya Robin membantu mengurus kasus para pemberi uang tersebut di KPK.

Lihat Juga: Wali Kota Tanjungbalai Suap Penyidik KPK, Janjikan 1.5 M

“Tersangka meminta uang serta untuk mengamankan saksi M Syahrial yang disetujui jumlahnya Rp 1,5 miliar. Untuk proses awal sebagai dana operasional, untuk tim, sebanyak Rp 200 juta,” kata Albertina.

Dari kesepakatan itu, Syahrial disebutkan mentransfer uang ke rekening seseoran atas nama Rifka Amalia secara bertahap dengan total Rp 1,24 miliar. Robin juga disebut mengantongi uang tunai Rp 210 juta dari Syahrial ketika berjumpa di Pematangsiantar.

“Sehingga total uang yang sudah diterima yaitu Rp 1.450.000.000 dan masih ada kekurangan Rp 50 juta. Dari jumlah duit itu, terperiksa menerima Rp 500 juta serta saksi Maskur Husain mendapat Rp 950 juta,” terang Albertina.

Kekurangan tersebut, tutur Albertina, diserahkan Syahrial secara bertahap untuk operasional, mulai tiket pesawat sampai keperluan renovasi rumah. Total yang diserahkan yaitu Rp 45 juta. Selain itu, Robin juga disebut mendapat uang suap dari Azis Syamsyuddin, Wakil Ketua DPR RI yang berjumlah Rp 3,15 miliar.

“Terperiksa juga dalam perkara Lampung Tengah, mendapat uang dari saksi Azis Syamsyuddin untuk mengawasi kader Golkar atas nama Aliza Gunado yang dalam kasus itu berstatus sebagai saksi,” terang Albertina.

To Top