News

Ojol Dilarang Angkut Penumpang, Warga Teriak Dompet Terkuras

Ojol Dilarang Angkut Penumpang, Warga Teriak Dompet Terkuras

Sejumlah warga berharap ojek online (ojol) kembali diizinkan mengangkut penumpang saat pemerintah resmi mengadaptasi kenormalan baru.

“Ya, kalau udah new normal mah penginnya udah ada tuh si ojol,” ujar seorang karyawati swasta yang bekerja di Jakarta, Angela (23), Sabtu (30/5).

Angel berharap ojol bisa kembali mengangkut penumpang agar ia bisa mengirit pengeluaran. Jika tidak, ia khawatir pengeluarannya setiap akan membengkak hanya untuk berangkat ke kantor dengan moda transportasi lain.

Ia sendiri sedari awal mendukung ojol untuk tetap beroperasi sebab percaya bahwa jika penumpang dan pengendara mematuhi protokol kesehatan, maka penularan virus corona tetap bisa dicegah.

“Dari awal enggak liat alasan logis kenapa enggak boleh (ojol beroperasi), asal tetap patuhin aturan sehat,” katanya.

Ia kemudian berkata, “Kayak suhu tubuh aman, pake masker, enggak pegang pegang, bayar cashless, helm didisinfektan, bawa hand sanitizer.”

Karyawan swasta lain, Oklita juga mengatakan bahwa ojol sudah menjadi transportasi utamanya sehari-hari berangkat ke kantor karena efektif dengan jarak dari indekos ke kantornya yang tidak begitu jauh.

“Kalau ke kantor angkutan lain enggak ada selain ojol,” ujar pemudi berusia 22 tahun tersebut.

Serupa dengan Angela, ia juga berharap agar ojol bisa beroperasi bilamana pemerintah mengambil kebijakan untuk menerapkan new normal.

“Saya berharap banget sih ojol beroperasi, meski di satu sisi khawatir kalau gimana virusnya makin menyebar,” katanya.

Terpisah, salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di DKI Jakarta, Noviyanti (24), mengatakan bahwa ia belum berani menggunakan moda transportasi ojol walaupun moda tersebut boleh beroperasi kembali.

“Kalau untuk sekarang saya belum terlalu percaya ya. Maksudnya, lihat dulu tingkat kurva covid-nya gimana. Kalau memang masih naik banyak banget artinya masih riskan kan berdekatan,” kata dia melalui sambungan telepon, Sabtu (30/5).

Meski demikian, Noviyanti tidak menampik kebutuhan akan ojol karena dalam sehari dia menghabiskan uang lebih dari Rp100 ribu hanya untuk pergi ke kantor dengan menggunakan moda transportasi lain.

“Mungkin nanti kalau sudah berani naik (ojol) akan lengkapi diri dengan sarung tangan dan juga masker,” tuturnya.

Sementara itu, karyawan swasta lainnya, Imaddudin (23), mengatakan bahwa ia tetap berharap ojol kembali beroperasi jika sudah diminta kembali bekerja di kantor.

Sebelumnya, ia setiap hari naik ojol ke Stasiun Bogor. Ia kemudian ke arah Stasiun Cawang yang dekat dengan kantornya.

“Ya masih mending naik ojol sih,” ujar dia melalui sambungan telepon saat ditanya pilihan angkutan ke stasiun.

Baca Juga : Tito : Ojol dan Opang Dilarang Angkut Penumpang Saat New Normal

Polemik mengenai izin operasi ojol di tengah penerapan new normal sendiri masih terus bergulir. Beberapa waktu lalu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan bahwa pemerintah akan melarang ojol beroperasi saat penerapan new normal.

To Top