News

OTT Mensos Juliari Batubara, Korupsi Tercium Di Kementrian Lain

OTT Mensos Juliari Batubara

Pimpinan Muhammadiyah memberikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), atas penangkapan Mensos Juliari Batubara dan Mentri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Penangkapan kedua Menteri tersebut menjawab semua keraguan masyarakat terhadap kinerja KPK selama setahun terakhir ini.

“Selama satu tahun bekerja, KPK sejak awal pembentukan diragukan kemandirian dan keberaniannya mulai menunjukkan kinerja yang memberikan harapan kepada masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti, Minggu (6/12/20).

Kinerja KPK selama satu tahun terakhir ini dibawah kepemimpinan Firli Bahuri diragukan, dikarenakan ada UU 19/2019 terkait perubahan kedua atas UU 30/2 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atas penangkapan kedua Menteri, Juliari Batubara dan Edhy Prabowo membuktikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lembaga yang mandiri, tidak dapat di intervensi dari berbagai kepentingan baik itu partai politik maupun Presiden.

“Publik menunggu gebrakan KPK berikutnya. Ada sinyalemen di masyarakat, kementerian lain juga bisa tercium semerbak korupsi,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menambahkan, OTT Mensos dan Menteri KKP oleh KPK mempunyai dua makna. Pertama, keterbukaan dan pembuktian presiden yang tidak melindungi siapa saja yang terbukti bersalah.

Kedua, Presiden Jokowi perlu melakukan evaluasi dan langkah serius terhadap integritas dan kinerja para menteri. Terlebih dalam satu tahun pemerintahan, banyak yang menilai kinerja menteri di bawah standar.

Baca Juga : Gara-gara Bansos DKI: Tiga Menteri Jokowi Lawan Anies

“Jabatan menteri terkait langsung dengan pelayanan dan pertanggungjawaban publik bagi kepentingan rakyat. Kasihan nasib rakyat yang semakin berat beban, baik karena pandemi, maupun berbagai persoalan hidup mereka,” Ujarnya.

To Top