News

P2G Usulkan Dua Skema Untuk Perkuat Pendidikan Pancasila

P2G UsulkaP2G Usulkan Dua Skema Untuk Perkuat Pendidikan Pancasilan Dua Skema Untuk Perkuat Pendidikan Pancasila

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) memberikan usulan dua skema pilihan pembelajaran pendidikan Pancasila bagi jenjang sekolah dasar serta menengah. Dua skema ini yaitu tetap menempatkan pendidikan Pancasila dalam mata pelajaran PPKn atau memisahkannya.

P2G menilai, tak adanya Bahasa Indonesia dan pendidikan Pancasila dalam PP 57 Tahun 2021 terkait Standar Nasional Pendidikan pada struktur pendidikan dasar hingga menengah dapat dimaklumi. Karena UU No 20 Thn 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional hanyalah memuat nomenklatur PKn (Pendidikan Kewarganegaraan).

Walau demikian, struktur pendidikan dasar serta menengah sudah mengubah PKn menjadi PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Mengenai hal tersebut, menurut P2G Kemendikbud maupun Kemenag setidaknya dapat memilih 2 skema pendidikan Pancasila.

Satriawan Salim, Koordinator Nasional P2G mengatakan, skema pertama adalah menerapkannya dalam struktur mapel (mata pelajaran) PPKn, seperti Kurikulum 2013.

“Secara filosofis dan pedagogis, cukup jelas kalau Pendidikan Kewarganegaraan di RI berdasarkan dasar negara, bukanlah ideologi lain,” tutur Setiawan, Minggu (18/4).

Namun, lanjutnya, perlu revisi terhadap muatan mapel PPKn di sekolah. Revisi tersebut dibutuhkan supaya Pancasila lebih diarusutamakan dalam muatan PPKn, daripada hanya jadi sisipan materi.

Lihat Juga: BPIP Ajak Guru Bangun Pelajar Pancasila

Skema kedua yaitu, menjadikannya sebagai mata pelajaran sendiri yang tidak masuk dalam muatan pelajaran lain.

“Dengan kata lain, ada mapel PKn dan ada pendidikan Pancasila. Akibatnya yaitu, akan menambah beban mapel baru bagi siswa di seluruh jenjang sekolah,” kata Satriawan.

Namun, lanjutnya, skema ini dapat memberikan dampak positif yaitu menambah jam pelajaran bagi tenaga pendidik. Selain itu, menurut pendapatnya nilai-nilai ideologi di sekolah akan menguat sehingga proses ideologisasi di lembaga pendidikan lebih terarah dan juga otonom.

Walau begitu, ia tak bisa memungkiri jika Pancasila dijadikan mata pelajaran sendiri akan berpotensi mengembalikan kurikulum sekolah zaman orde baru.

Lihat Juga: Mendikbud : Pendidikan Agama Akan Dihapus

“Saat struktur kurikulum memposisikan mapel PMP sebagai pelajaran wajib, tapi isinya dinilai doktrinisasi, sangat membosankan bagi pelajar. Kekhawatiran soal hal ini bakal terulang lagi nantinya,” ujar dia.

P2G sendiri mendukung penguatan materi Pendidikan Pancasila di semua tingkatan sekolah, mulai sekolah dasar hingga menengah. Karena melalui pendidikan ideologi ini sekolah diharapkan bisa jadi laboratorium ideologis untuk membangun watak dan wahana pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila.

To Top