News

Pakai Tanah Milik PT PN Tidak Berizin, FPI Minta Ganti Rugi

Pakai Tanah PT PN Tidak Berizin, FPI Minta Ganti Rugi

Pengurus Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah kepunyaan pemimpin Front Pembela Islam( FPI) Muhammad Rizieq Syihab memohon duit ganti rugi kepada PT Perkebunan Nusantara( PTPN) VIII terpaut pembangunan Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah. Tetapi nyatanya permintaan tersebut ditolak.

Juru Bicara Tubuh Pertanahan Negeri, Taufiqulhadi berkata, pihak Rizieq tidak dapat memohon ganti rugi lantaran lahan tersebut kepunyaan PTPN.

” Tidak dapat( Read: memohon ganti rugi). Sebab itu memanglah tanah kepunyaan PT PN,” katanya, Jumat( 25/ 12).

Ia mengatakan, sepanjang tanah tersebut tidak dilepas oleh PTPN, warga tidak dapat memperjualbelikan. Taufiqulhadi memperhitungkan perihal tersebut tidak legal.

” Sejauh masih jadi kepunyaan PTPN, hingga warga tidak boleh menyerobot, serta memperjualbelikan. Itu tidak legal. Sama dengan memperjualbelikan kepunyaan orang lain,” ucapnya.

Taufiqulhadi menarangkan, tanah tersebut boleh dipunyai warga, asalkan atas seizin Menteri BUMN. Pihak BUMN nantinya hendak memikirkan hendak melepas ataupun tidak.

” Apakah boleh mempunyai tanah itu? Dapat saja sejauh ingin dilepas oleh menteri BUMN. Buat dilepas menteri BUMN, wajib mengajukan permohonan kpd menteri BUMN. Menteri boleh memikirkan pelepasannya, bila dikira permohonan itu masuk ide. Tetapi bila menteri BUMN tidak menyetujui, hingga status tanah itu senantiasa dipahami oleh PTPN,” terangnya.

Tadinya dikenal Pengurus Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah kepunyaan pemimpin Front Pembela Islam( FPI) Muhammad Rizieq Syihab melaporkan siap melepas lahan di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Tetapi pihak PT Perkebunan Nusantara( PTPN) VIII dimohon mengubah duit pembangunan Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah.

” Pengurus Pesantren siap melepas lahan bila diperlukan negeri, tetapi silakan bayar ganti rugi duit keluarga serta ummat yang telah dikeluarkan buat beli tanah over- garap,” kata Sekretaris Dorongan Hukum DPP Front Pembela Islam( FPI) sekalian kuasa hukum Rizieq Syihab, Aziz Yanuar, Kamis( 24/ 12).

Bukan cuma memohon pihak PTPN membayar ganti rugi, Aziz pula memohon PTPN buat membayar bayaran pembangunan yang sudah dikeluarkan oleh pengurus pesantren. Karena, kata Aziz, dikala ini Ponpes Markaz Syariah mempunyai perkebunan yang sangat produktif. Di mana perkebunan itu diurus oleh para santri serta telah ditanami oleh bermacam berbagai buah- buahan serta sayur- mayur.

Inilah sebabnya pengurus Ponpes memohon ganti rugi bayaran pembangunan. Nantinya, lanjut Aziz, duit ganti rugi tersebut hendak dipergunakan buat membangun pesantren Markaz Syariah di tempat lain.

” Bayaran ganti rugi itu hendak kita pakai buat bangun pesantren Markaz Syariah di tempat lain,” ucapnya.

Baca Juga : FPI Serobot Tanah PT PN BUMN?, Rizieq Shihab Buka Suara

Ia juga menarangkan, lahan seluas nyaris 31 hektar yang dimohon buat dikosongkan oleh PTPN ialah tanah yang telah digarap oleh warga. Seperti itu sebabnya lahan tersebut tercantum over- garap tanah.

” Memanglah benar tanah tersebut HGU- nya kepunyaan PTPN, tetapi telah digarap oleh warga sepanjang puluhan tahun. Itu yang dinamakan membeli tanah over- garap,” kata Aziz.

To Top